Hallobogor.com, Bogor – Angka pengidap virus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor masih saja tinggi. Kondisi ini tentu saja menjadi kekuatiran tersendiri bagi kualitas sumber daya manusia masyarakat bumi Tegar Beriman.

“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, penderita HIV/AIDS mencapai 678 penderita pada tahun 2013-2014. Setiap tahunnya diperkirakan bertambah sekitar 141 penderita setiap tahunnya.

Sangat menguatirkan, karena data yang sebenarnya bisa jauh lebih besar bagaikan fenomena gunung es, yang terlihat hanya permukaannya saja,” ungkap Ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Gema Kabupaten Bogor, Imam Sunandar, kepada Hallobogor.

Imam mengatakan, wilayah Kabupaten Bogor masih sangat nyaman bagi para pekerja seks komersial atau PSK. Transaksi bisnis esek-esek rawan terjadi di tempat-tempat pariwisata, hotel, tempat hiburan malam (THM), dan warung remang-remang.

“Saya heran, kenapa kok tempat-tempat yang jelas-jelas dijadikan tempat transaksi seksual itu dibiarkan begitu saja, tidak ditindak. Ini yang menjadi tanya tanya besar bagi saya,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa kecamatan yang rawan dan ideal bagi para PSK menawarkan jasanya, seperti Cileungsi, Kemang, Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Pamijahan, dan Sukaraja. “Hampir di setiap kecamatan,” ucapnya.

Pihaknya pun berharap kepada Bupati Bogor Hj. Nurhayanti kembali menggalakkan program Nongol Babat (Nobat).

“Konon katanya bercita-cita menjadi kabupaten termaju di Indonesia, seharusnya pemda peka dengan persoalan menjamurnya PSK ini, karena kalau dibiarkan ancaman virus HIV/AIDS sudah tidak bisa dibendung lagi. Sungguh sangat mengerikan.

Seperti diketahui, bahwa virus HIV/AIDS ini bisa menular melalui berbagai cara. Di antaranya berhubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS, berganti-ganti pasangan, melalui jarum suntik, narkoba, terpercik darah penderita, pisau cukur, dan air susu ibu.

“Untuk meminimalisir itu, saya berharap pemda bersikap tegas dengan melakukan tindakan yang solutif supaya persoalan ini bisa teratasi tanpa timbul masalah yang baru,” harapnya.

Dijelaskannya, PIK-R Gema Kabupaten Bogor dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki, terus melakukan konseling, memberikan informasi, edukasi tentang HIV AIDS kepada remaja, anak-anak sekolah, dan masyarakat umum.

“Jangan sampai generasi muda sekarang menjadi korban, karena bagi kami remaja yang sehat, kuat dan berbakat adalah aset bangsa yang sangat berharga,” tandas Imam Sunandar.(doy)