Hallobogor.com, Bogor – General Manager (GM) Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas), Diah Kusuma Putri Muda, meyakini sistem perekonomian syariah seperti yang diterapkan Koperumnas menjadi salah satu cara konkret untuk memperbaiki perekonomian Indonesia.

Putri menjelaskan, Koperumnas sejak awal menerapkan sistem syariah dalam manajemennya. Sebagai pionir koperasi sekaligus developer syariah, Koperumnas memudahkan segala persyaratan bagi anggotanya untuk memiliki rumah murah di Koperumnas.

“Pembelian tanah untuk lokasi perumahan Koperumnas hingga pembangunannya serta penjualan dan pengelolaannya semua menggunakan cara-cara syariah. Koperumnas sama sekali tidak menggunakan pembiayaan perbankan. Syarat kepemilikan rumah di Koperumnas cukup fotocopy KTP, KK, foto tiga lembar, membayar simpanan pokok Rp300.000 dan simpanan wajib anggota sebagai angsuran Rp1 juta,” jelasnya.

Selain itu, kata Putri, Koperumnas juga membantu anggotanya agar lancar dalam membayar angsuran dengan memberikan peluang usaha non-riba sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan. Di mana setiap anggota Koperumnas yang bisa mereferensikan orang lain menjadi anggota Koperumnas untuk bisa memiliki rumah di Koperumnas mendapatkan fee marketing sebesar Rp300.000 dan Rp500.000 untuk agen.

Putri sendiri sebagai GM Koperumnas, kini komisinya hampir mencapai seratusan juta. “Komisi saya bulan ini kurang lebih Rp97.000. Saya sudah merekrut sekitar 350 orang dikali Rp500.000. Tapi tidak saya ambil. Uangnya sudah saya niatkan untuk umroh anggota. Memang impian saya selama ini ingin membangun rumah tanpa riba untuk keluarga dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dan saya rasa, kita tak usah jadi presiden untuk membantu rakyat kecil yang ingin memiliki rumah murah tanpa riba, cukup di Koperumnas saja. Saya berharap pemerintahan ke depan bisa ikut mengembangkan sistem syariah ini,” ungkapnya. (cep)