Hallobogor.com, Ciawi – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Ciawi tengah resah. Mereka butuh solusi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Muspika Ciawi.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, beberapa hari lalu sekitar 90 PKL yang berdagang di depan Pasar Ciawi dan mulut jalan tol Jagorawi ditertibkan petugas. Mereka dilarang berjualan di atas terotoar dan badan jalan. Selain melanggar aturan, bangunan mereka juga dituding sebagai penyebab kemacetan.

Sejak ditertibkan sampai dengan Selasa (23/8/2016), PKL Ciawi berhenti berjualan. Lantaran menyangkut urusan perut, mereka mengontrog kantor Camat Ciawi, Bambang Setiawan, untuk menyampaikan aspirasinya.

Perwakilan PKL Ciawi, Jimmy, menegaskan, PKL Ciawi butuh solusi sejak lama. “Pertemuan sekarang saja dengan Camat, Kapolsek, dan Danramil, belum membuahkan solusi. Kami hanya minta solusi terbaik,” katanya.

Jimmy menandaskan, sejak bertahun-tahun PKL selalu ingin mengikuti aturan dan siap direlokasi. “Dari dulu juga siap siap saja dipindah ke dalam Pasar Ciawi. Tapi sampai sekarang tak ada tindaklanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Ciawi, Bambang Setiawan, mengatakan, dirinya akan segera meminta ke Direktur PD Pasar Tohaga sebagai pengelola Pasar Ciawi agar bisa mengakomodir PKL termasuk menata shelter. “Kami juga akan segera berkoordinasi dengan PT Jasa Marga untuk memanfaatkan sebagian lahannya bagi para PKL. Namun untuk waktunya belum bisa dipastikan. Kalau sudah ada kepastian nanti akan diberitahukan waktunya dan kami bantu para pedagang masuk,” katanya di hadapan para PKL.

Bambang mengemukakan, kawasan Ciawi adalah salah satu etalase Kabupaten Bogor di kawasan selatan dari dan menuju Jakarta, Sukabumi, Cianjur, dan Kota Bogor. “Dalam setiap rapat Muspida, amanatnya agar Ciawi selalu bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Camat sendiri menyadari bahwa dengan penertiban membuat pedagang bingung ke mana lagi mencari nafkah. “Tapi pedagang juga harus bisa memahami bahwa Pemkab sudah maksimal membangun infrastruktur untuk masyarakat. Kami mohon kepada pedagang tak berjualan di depan Pasar Ciawi, khususnya di badan jalan. Kasihan dengan banyaknya pengaduan masyarakat yang selalu macet. Aparat kepolisian dan DLLAJ mengatur setiap hari. Sama sekali kami tidak ada niat menutup rezeki pedagang,” tandasnya. (cep)