Hallobogor.com, Bogor – Kendati Pemilukada Kota Bogor akan berlangsung tak kurang dari dua tahun lagi atau tepatnya Juni 2018, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah bersiap-siap menghadapi perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Setelah melalui proses penjaringan dan pemilihan umum internal dalam penentuan bakal calon (balon) Walikota Bogor yang dilakukan selama satu bulan mulai September hingga Oktober 2016, dari 10 nama muncul mengerucut lima nama balon yang akan diusung pada Pemilukada periode mendatang itu.

Kelima nama balon hasil tahap pemilihan umum internal itu diantarannya, Achmad Ru’yat (mantan Wakil Walikota Bogor), Ecky Awal Mucharam (Anggota DPR RI Fraksi PKS), Atang Trisnanto (Ketua DPD PKS Kota Bogor), Iwan Suryawan (mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor) dan Najamudin (Wakil Ketua Fraksi PKS Kota Bogor).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) PKS Kota Bogor, Hadi Wanarto menjelaskan, PKS dalam penentuan balon Walikota melaksanakan 4 tahapan, antara lain tahap penjaringan, pemilihan umum internal, konvensi dan survey serta fit and proper test.

“Tahap penjaringan nama sesuai dengan top of mind masing-masing kader PKS Kota Bogor dilaksanakan awal September dan menghasilkan 10 nama. Setelah melalui tahap kedua berupa pemilihan umum internal mengerucut lima nama yang kesemuanya merupakan kader internal,” kata Hadi dihadapan wartawan, Minggu (09/10/2016).

Tahap konvensi dan survey serta fit and proper test sebagai tahapan 3 dan 4, PKS akan membuka pendaftaran bagi para tokoh publik diluar PKS. Pada tahap konvensi akan dilakukan uji visi, misi, strategi, dan kapabilitas kepemimpinan masing-masing balon. Sedangkan tahap survey serta fit and proper test, antara lain test kecerdasan, psikologi dan emosional.

“Hasil tes ini akan dikombinasikan dengan hasil survey. Paling lambat, Mei 2017 sudah menyerahkan maksimal 2 sampai 3 nama ke DPP dan di bulan Juni 2017 kami berharap sudah ada keputusan dari DPP,” tambah Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Tristanto.

Dalam kesempatan ini, mantan Presiden Mahasiswa IPB ini menyampaikan, di Kota Bogor tidak satu pun partai politik (parpol) yang dapat mengusung pasangan calon kepala daerah secara mandiri, sehingga mau tidak mau koalisi adalah keniscayaan. Untuk itu, PKS akan mencoba menjajaki bermitra dengan parpol lain dengan melihat peta dan konstalasi yang ada di Kota Bogor, tidak harus mengacu koalisi di tingkat nasional.

“Kami di tingkat nasional memang dekat dengan partai Gerindra, begitu pula di Kota Bogor kami akan terus membangun komunikasi dengan partai Gerindra. Tidak menutup kemungkinan dengan parpol lain juga, kerena Kota Bogor ini majemuk dan hetrogen,” ujar Atang.

Munculnya nama mantan Wakil Walikota Bogor periode 2009-2014, Achmad Ru’yat masuk dalam 5 nama balon Walikota menambah deretan sosok dan figurnya yang masih memiliki potensial untuk maju di Pilkada Kota Bogor 2018. Achmad Ru’yat menyikapi santai muncul nama dirinya masuk kedalam lima besar.

“Saya tidak ambisi untuk maju di Pilwalkot Bogor 2018 nanti, tetapi semuanya dikembalikan kepada keputusan partai. Jadi apapun keputusan yang nanti akan terjadi, saya siap menjadi pekerja partai. Saya juga berpesan, apapun keputusan PKS nanti, saya berharap hubungan perkawanan mutlak diperlukan, karena kepala daerah harus merangkul seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Sementara Ecki Awal Mucharam menyampaikan dirinya mengapresiasi keinginan kader internal, karena PKS sangat kolektifitas dan aset terbesar PKS ada di kader internal. “Jadi ketika kader meminta, maka mau tidak mau kita harus merespon positif dan mengapresiasi. Saya juga bersedia apabila memang partai menugaskan saya untuk maju di Pilwalkot Bogor nanti,” katanya.

Ditempat yang sama, Najamudin menuturkan, masuk dalam 5 nama balon Walikota merupakan amanah dari kader dan Kota Bogor baru dibenahi diberbagai aspek serta konsep yang direncanakan PKS maupun hasilnya tentu akan menjadi harapan masyarakat. “PKS akan berkomitmen membenahi kekurangan yang selama ini terjadi di Kota Bogor dan saya siap membangun Kota Bogor kedepan apabila ditugaskan menjadi calon Walikota Bogor nanti,” tukas Kang Naja biasa disapa. (hrs).