Hallobogor.com, Kota Bogor – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor akan segera menyerahkan nama-nama calon Wali Kota Bogor yang akan diusung pada Pemilukada periode mendatang. Ada lima nama calon mendapatkan SK penunjukan yang akan diserahkan dalam waktu dekat ini ke DPW.

“Sesuai arahan DPP, kami diminta untuk segera menyerahkan nama-nama calon bulan Januari tahun ini. Ada lima nama internal yang diserahkan ke DPW untuk kemudian dikerucutkan menjadi dua nama dan diserahkan ke DPP,” kata Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Tristanto, Sabtu (7/1/2017).

Seperti diketahui setelah melalui tahapan penjaringan dan pemilihan umum internal dalam penentuan bakal calon Wali Kota Bogor selama sebulan mulai September hingga Oktober 2016, dari 10 nama muncul mengerucut lima nama balon.

Kelima nama balon hasil tahapan pemilihan umum internal itu di antaranya, Achmad Ru’yat (mantan Wakil Walikota Bogor), Ecky Awal Mucharam (Anggota DPR RI Fraksi PKS), Atang Trisnanto (Ketua DPD PKS Kota Bogor), Iwan Suryawan (mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor) dan Najamudin (Wakil Ketua Fraksi PKS Kota Bogor).

Atang mengakui, meski masih jauh dari perhelatan Pemilukada, PKS terus memanaskan mesin politik dan membangun komunikasi dengan partai politik (parpol) lain. Sebab, kata dia, di Kota Bogor tidak ada satu pun parpol yang dapat mengusung pasangan calon kepala daerah secara mandiri, sehingga mau tidak mau harus mencari kawan koalisi.

“Untuk tahapan konvensi dan survei serta fit and proper test dengan membuka pendaftaran bagi para tokoh publik di luar PKS tetap berjalan pada bulan Mei 2017, meski kelima nama calon internal sudah diserahkan ke DPW,” imbuh mantan Presiden Mahasiswa IPB itu.

PKS Kota Bogor sejauh ini telah memetakan peta politik pada Pemilukada 2018 nanti. PKS yang memiliki lima kursi di parlemen hanya butuh empat kursi dari mitra koalisi dengan parpol lain.

“Dan semua sudah melihat siapa partai terdekat dengan PKS dan sudah menjalin ikatan kuat baik di tingkat nasional sampai daerah. Ya, sampai saat ini kita masih bertahan di koalisi merah putih,” tandas Atang.

Sementara itu, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menegaskan, ada beberapa agenda politik dalam waktu dekat ini. Tahun 2018 ada perhelatan pemilihan umum kepala daerah dan gubernur Jawa Barat. Kemudian disusul pemilihan presiden dan legislatif pada tahun 2019. Untuk ini, kata ia, konsolidasi harus terus ditingkatkan.

“Untuk Kota Bogor, DPP minimal hanya menerima dua pasangan calon hasil dari bawah melalui DPW. Semua partai pastinya mengharapkan calon Wali Kota berasal dari kader, tapi itu semua tergantung dengan realitas dari DPD Kota Bogor,” ucap Sohibul. (ris)