Hallobogor.com, Bogor – Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan lokalatih komunikasi dalam situasi darurat yang diikuti peserta yang merupakan staf humas tingkat provinsi, kabupaten dan kota dari Regional Barat, Tengah, dan Timur Indonesia.

“Peran humas sebagai salah satu bagian dari struktur organisasi memegang peran penting, baik pada saat masa normal maupun kedaruratan bencana,” kata Kepala Biro Humas PMI Pusat Aulia Arriani melalui sambungan telepon, Selasa (9/7/2019).

Menurut dia, seluruh personel humas yang bertugas di setiap tingkatan tentunya wajib dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kapasitasnya saat ini.

Saat ini keberadaan humas bertugas untuk mendukung pelayanan PMI sekaligus meningkatkan citra organisasi dalam menjalankan program kesiapsiagaan maupun saat respon tanggap darurat bencana dan masa pemulihan.

Tujuan dari kegiatan ini agar staff humas terampil dan sigap dalam melakukan tugas kehumasan di setiap waktu. Terlebih saat ini humas menghadapi tantangan di era digital ini, seperti perkembangan media sosial yang pesat sehingga penyebarluasan informasi harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Lanjut dia, tantangan Humas PMI terutama dalam masa tanggap darurat di mana harus dapat mengikuti standar operasi prosedur (SOP) media crisis. SOP ini mengharuskan humas dapat melakukan kegiatan komunikasi dalam setiap tahapan waktu, mulai dari satu jam pertama setelah bencana, satu hari pascabencana dan satu minggu setelahnya.

“Di sini dibutuhkan skill atau kemampuan untuk membuat informasi dalam waktu cepat, komunikasi dengan media massa secara rutin dan dapat menyampaikan informasi secara efektif,” tambahnya,

Ola sapaan akrabnya mengatakan dirasa perlu untuk menggelar lokalatih komunikasi dalam stuasi darurat di mana humas akan melakukan simulasi menjalankan kegiatan komunikasi sekaligus menerapkan SOP komunikasi emergensi dan penanganan krisis pemberitaan media.

Dalam Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Palang Merah Amerika (Amcross) yang berlangsung dari 7- 11 Juli di Bogor, Jabar. “Harapannya dari kegiatan ini peserta dapat menerapkan kegiatan komunikasi pertahapan waktu sesuai SOP komunikasi pada saat emergensi,” katanya.

Setiap perserta pun diharuskan bisa Membuat roster humas untuk tanggap darurat bencana, agar terbentuk kerjasama antara humas dan personel sektor pelayanan lainya. Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)