Hallobogor.com, Bogor – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyiapkan perangkat kurikulum unggulan bertaraf internasional yang dapat melahirkan lulusan mumpuni di sektor pertanian.

“Pengusulan kurikulum ini merupakan langkah strategis Polbangtan Bogor setelah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) menjadi Polbangtan bertaraf internasional,” kata Direktur Polbangtan Bogor, Siswoyo dalam pertemuan pengembangan kurikulum dan transformasi lembaga, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/11/2018).

Menurut Siswoyo penerapan kurikulum berstandar internasional harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Kurikulum yang disusun harus jelas dan linear sehingga mendukung profil dari setiap program studi di Polbangtan.

“Proses pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik, dan beberapa mata kuliah bisa diintegrasikan saat proses pembelajaran dan praktikum,” katanya.

Untuk mendukung kurikulum standar internasional ini, Polbangtan harus mulai mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang bisa mendukung proses pembelajaran dengan melakukan kerja sama yang bisa berupa magang, PKL, dan lainya.

“Polbangtan harus mempunyai ‘branding’ (nama)yang bisa dipasarkan, baik dosen, mahasiswa, lulusan, dan produk,” katanya.

Selain dari kurikulum transformasi Polbangtan dari STPP juga harus diikuti oleh pejabat dan dosen yang dituntut siap memberikan kontribusi terhadap kebijakan-kebijakan Kementerian Pertanian.

“Harus bisa bekerja cepat, tepat dan akuntabel,” katanya.

Tidak hanya itu, kurikulum baru Polbangtan harus menyiapkan lulusan yang menjadi pencipta lapangan pekerjaan salah satunya melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP).

“Polbangtan harus mempunyai fasilitas yang mudah diakses. Perlu adanya toko seperti minimarket untuk pemasaran hasil pertanian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur II Polbangtan Bogor, Dwiwanti Sulistyowati mengatakan, Polbangtan Bogor telah dipilih mampu menjadi Polbangtan unggulan dari enam Polbangtan yang ada di lingkup Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia.

“Rancangan kurikulum pendidikan yang mumpuni perlu disiapkan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Melalui kegiatan ini, kata Dwi, diharapkan perangkat kurikulum tersebut para lulusan Polbangtan Bogor dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Ini selaras dengan kebutuhan pemerintah akan SDM yang siap pakai,” kata Dwi. (lai)