Hallobogor.com, Cibinong – Polres Bogor terus mendalami perkara longsornya pembangunan jalur ganda atau double track di Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jabar pada Sabtu, 16 November 2019, yang menewaskan dua orang pekerja.

“Kita sudah priksa satu ahli kemudian poin dari ahli itu juga menunggu satu ahli lagi baru bisa menyimpulkan. Untuk satu ahli ini sudah,” ujar Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi saat konferensi pers kasus mayat dalam koper di kantornya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (28/11/2019).

Ia menyebutkan, untuk mengungkap penyebab peristiwa nahas itu, Polres Bogor menghadirkan dua saksi ahli dari Universitas Pakuan dan Teknikal Infrastruktur.



Dari para ahli tersebut, nantinya Polres Bogor akan mengetahui apakah pekerjaan yang digarap oleh PT Hamka Mas itu sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) atau tidak.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan terkait saksi-saksi yang ada di TKP kemudian juga saksi yang lain. Jumlahnya ada sekitar 11 saksi,” beber Benny.

Hingga kini, pihaknya terus melakukan pemeriksaan para saksi secara estafet. Tapi, hingga kini belum ada titik terang mengenai musabab longsornya tebingan tanah di tepian jalur Kereta Api (KA) jurusan Bogor-Sukabumi itu.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima orang tertimbun longsoran di lokasi pembangunan jalur ganda Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Sabtu.

“Sekitar pukul 08.00 WIB di kilometer 19/900 Desa Watesjaya telah terjadi tanah longsor di lokasi pembangunan doubletrack saat pekerjaan retaining wall di tebingan dengan tinggi sekitar 9 meter,” kata Camat Cigombong, Basrowi kepada Antara di Bogor.

Ia menyebutkan, lima orang yang tertimbun itu merupakan pekerja proyek doubletrack dari PT Hapsaka Mas. Dua di antaranya Muhamad Hanapi (30) dan Tri Wisnu mukti (34) dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya Sarpin alias Kiswanto (30), Sukardi (44), dan Parjo dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi dalam kondisi selamat.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.00 WIB sebanyak delapan orang pekerja tengah melakukan pekerjaan retaining wall di tebingan dengan tinggi sekitar 9 meter. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB tiba-tiba tebingannya longsor.

“Empat orang pekerja bisa melarikan diri, dan empat orang pekerja lainnya tertimbun. Tapi setelah dilakukan pencarian dengan alat berat ditemukan ada lima orang. Tiga selamat, dua meninggal,” tuturnya, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (fik)