Hallobogor.com, Bogor – Polresta Bogor Kota akhirnya menangkap anggota DPRD Kota Bogor yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN), Rd. Kosasih Saputra (KS). Anggota DPRD Kota Bogor aktif periode 2014-2019 itu, ditangkap saat berada di rumahnya kawasan Perumahan River Side, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (18/6/2018).

Plh Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sonjaya, mengungkapkan, penangkapan anggota DPRD dari PAN itu dilakukan di kediamannya dan tersangka tidak melakukan perlawanan. Tersangka sudah lama menyandang status Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saat kami tangkap, tersangka tidak melawan. Saat itu suasana usai Lebaran, jadi tersangka ada di rumahnya,” katanya, saat dikonfirmasi, Jumat (22/6/18).

Setelah ditangkap, politisi PAN itu langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Bogor Kota. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan dan akan diperpanjang.

“Sedang dalam proses penyidikan, untuk penahanan terhitung 20 hari ke depan, tetapi bisa nanti diperpanjang. Berkas berkasnya juga sedang disiapkan,” jelasnya.

Atas penangkapan salah satu Anggota DPRD itu, Agah mengatakan, pihaknya sudan mengirimkan surat resmi pemberitahuan penahanan kepada Ketua DPRD Kota Bogor bernomor B/1758/VI/RES.3.5/2018/Reskrim. Tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menerima hadiah atau janji, sesuai dengan pasal 5 ayat (2) Subsider pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kami menindakalanjuti laporan yang ada dan sampai saat ini sejak tersangka ditahan belum ada laporan tambahan apapun yang menyangkut tersangka,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima, membenarkan bahwa salah satu kadernya yang menjadi Anggota DPRD Kota Bogor telah ditahan Polresta Bogor Kota. Menurutnya, yang bersangkutan sudah diproses PAW dan dipartai sudah selesai. “Saat ini proses PAW-nya tinggal menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat,” ucapnya. (dns)