Hallobogor.com, Bogor – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota kembali sukses membongkar sindikat narkoba. Sebanyak 20 orang tersangka digulung berikut barang bukti narkoba jenis sabu, ganja, dan obat keras golongan G. 

“Pengungkapan kasus ini dari tanggal 25 Maret sampai dengan 8 April 2017,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya, didampingi Kasat Narkoba AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi di Mapolresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat Kota Bogor, Selasa (11/4/2017).

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan 20 tersangka antara lain sabu seberat 37,55 gram, ganja 125 gram, dan jenis obat keras pil Tramadol seberat 100 gram.



Ke 20 tersangka atas nama A.M (43), Y.N (34), ML (19), F.H alias Jipang (30), M.R alias Aizal (34), A.N (45), M.D (41), H.R alias Baong (32), M.Y alias Ucup (21), Franco (41), A.S alias Dasep (32), Y.A (34), A.Z (32), I.W (29), A.P (33), A.S (28), C.S alias Cepi (30), Z.L alias Zul (25), A.J alias Jhon, (22), dan tersangka T.S alias Boe (43).

“Semua tersangka mengedarkan narkoba dengan berbagai cara. Ada yang mengedarkan di kontrakan, di rumah, bahkan ada yang menempelkan barang bukti di tiang listrik, dengan mengubah bentuk dengan kemasan permen Chicha, diletakan di rerumputan, disimpan di ember. Itu semua dilakukan untuk mengelabui petugas,” kata Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya. 

Semua tersangka yang diamankan berasal dari Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Barat, Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Timur, serta ada yang dari wilayah Kabupaten Bogor yakni dari Kelurahan Pasir Jambu Sukaraja, dan Jalan Raya Parung.

Semua tersangka dari jumlah 14 perkara tersebut, masing-masing dikenakan pasal 114 ayat 1, pasal 111 ayat 1, pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dan pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman paling singkat 6 (enam) tahun pidana dan paling lama 20 (dua puluh) tahun pidana dan denda paling sedikit satu miliar rupiah. 

“Semua yang diamankan oleh Sat Narkoba Polres Bogor Kota adalah rangkaian pengembangan dari awal penangkapan,” tegas AKP Yuni. (dns)