Hallobogor.com, Jakarta– Pengacara korban pencurian Bahtera Putra Gurning SH, MH mendesak aparat hukum Polsek Penjaringan Jakarta Utara untuk segera menuntaskan penyelidikan. Pihaknya juga meminta penyidik harus menindaklanjuti berkas laporan.

Pelaporan tersebut berkaitan dengan kasus pencurian salah satu pengunjung mall warga Jakarta di area perparkiran Mall Pluit Janction, dimana uang puluhan juta berikut barang berharga milik korban raib di gasak pencuri beberapa waktu lalu.

“Kami dengan tegas mendesak Polsek Penjaringan harus bisa menuntaskan kasus pencurian ini. Dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Selain polisi juga harus meminta keterangan kepada pihak pengelola mall,”jelas Bahtera Gurning, Kuasa Hukum korban.

Lebih lanjut menurutnya, sekelas mall besar dibilangan Jakarta Utara masih satu manajemen dengan Jakpro milik Pemprov DKI Jakarta tersebut seharusnya tidak sampai kecolongan.

“Berarti mall besar itu tidak aman, dan minim kemanan. Buktinya klien kami bisa sampai kecurian. Dan kasus pencurian ini bukan hanya sekali saja terjadi namun kami mendenger sudah berulang kali,” katanya, kepada Hallobogor, Jumat (17/06/2016).

Sementara, Casiuty Widjaja pelapor yang juga korban pencurian, mengaku skeptis terhadap aparat hukum. Ia menilai pengabdian terhadap rakyat sepertinya hanya slogan belaka.

Menurutnya, sudah hampir 1 bulan sejak kejadian, tidak ada perkembangan apa-apa, baik dari pihak berwajib maupun manajemen mall pluit.

Ia juga mengaku kecewa terutama sikap management Mall Pluit Janction yang enggan bertanggung jawab soal kasus yang menimpa dirinya.

Ia menilai area parkir mall sepertinya sengaja dibuat kurang penerangan dan tidak dipasang CCTV.
Sehingga banyak kejadian pencurian yang mungkin saja modus dari pihak pengelola.

“Aarat harus serius menyikapi persoalan ini. Saya ini bukan orang pertama yang jadi korban pencurian di mall pluit, tapi juga banyak korban lainnya, hanya saja enggan memperkarakannya,” tandasnya.

Sementara ketika dikonfirmasi pihak penyidik Polsek Penjaringan Jakarta Utara melalui aplikasi whats appnya, sampai hari belum memberikan tanggapan terkait kelanjutan kasus tersebut. (dan).