Hallobogor.com, Bogor – Sugeng Teguh Santoso (STS) akhirnya memutuskan akan maju kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2018 melalui perahu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Keputusan itu diambil setelah melakukan pendekatan intens, di antaranya pertemuan dengan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP hingga menyambangi kantor untuk pertemuan dengan Ketua PC PDIP Dadang Danubrata, Rabu (10/5/2017).

STS mengatakan, masuknya penjaringan PDIP sebenarnya adalah kembali ke rumah, karena dirinya telah menjadi kader Partai berlambang banteng bermoncong putih itu tercatat sejak tahun 1996 hingga hari saat ini. Tetapi, karena dirinya tidak di struktur partai, sehingga ia jarang ke Kantor PDI-P.

“Hari ini saya datang bersilaturahmi dengan Pak Dadang teman lama saya. Sebelumnya saya sempat beberapa kali bertemu dan bareng-bareng dalam event nasional PDIP di antaranya Rakernas PDIP di Surabaya dan sekolah partai angkatan ke-5,” kata STS, di Kantor DPC PDIP.

Pria berprofesi sebagai advokat ini mengaku, untuk ikut kontestasi Pilwalkot Bogor 2018 dirinya merasa perlu mendapatkan suport dari PDI-P, karena dia juga akan mendaftar  melalui mekanisme partai.

Ketua Yayasan Satu Keadilan ini menambahkan, dirinya akan mengikuti proses mekanisme yang ditentukan dalam Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai, melalui pengusulan DPC, DPD hingga diputuskan di DPP.

“Jadi saya putuskan dan sudah jelas, bahwa saya akan maju melalui perahu PDIP, dan tanggal 20 Mei 2017 saya akan mendaftar secara resmi mengikuti penjaringan partai, lalu kami serahkan keputusannya kepada DPP Partai,” kata Sekjen Peradi ini.

Sementara Ketua DPC PDI-P Kota Bogor, Dadang Danubrata, mengaku, dirinya sangat mengapresiasi kedatangan STS untuk mengikuti penjaringan calon di partai yang dipimpinnya.

“Saya dengan Pak STS ini sudah kenal lama, kami memiliki tujuan dan visi yang sama sebagai nasionalis, ingin membangun Bogor dan menyejahterakan masyarakat Bogor,” katanya.

Menurut dia, meski dirinya termasuk salah satu calon, namun tidak merasa bahwa kedatangan STS merupakan persaingan yang tidak sehat.

“Kami memiliki visi dan keinginan yang sama, dan tidak ada perertentangan secara ideologi antara saya dan pak STS, dan saya sangat senang kedatangan Pak STS ke DPC saat ini,” tandas Dadang. (cep)