Hallobogor.com, Bogor – Jajaran pengurus baru BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor mencoba untuk buka-bukaan tentang kondisi dunia usaha khususnya di Bogor. Di sela bincang santai dengan awak media, Kamis (7/2/2019) pengurus HIPMI Kota Bogor memaparkan potensi dan potensi dan tantangan yang tengah dihadapi dunia usaha di Bogor.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna, mengatakan, dari sisi potensi Bogor memiliki banyak peluang. “Bogor selalu kelimpahan sekitar 200-300 ribu orang per minggu terutama pada hari libur. Di situ ada potensi belanja. Maka masyarakat harus kreatif menangkap uang,” katanya.

Sedangkan tantangannya, Zulfikar yang banyak bergelut di sektor manajemen bisnis dan HRD ini menjelaskan bahwa Bogor berada si tengah kompetisi ketat. “Jarak terlalu dekat dengan kota di sekitarnya, kalau masyarakatnya tak kreatif maka banyak investor dan pengusaha yang mudah pindah ke kota lainnya dengan berbagai macam pertimbangan,” ujar pria yang banyak berkiprah baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Bendahara HIPMI Kota Bogor, Annisa Desliana, peluang usaha atau lowongan pekerjaan bukan berarti tidak ada. Namun ia mengibaratkan saat ini, pada satu sisi masyarakat bingung cari kerja, sisi lainnya pengusaha bingung cari pekerja.

“Bagi saya misalnya pengusaha kuliner, SDM atau tenaga kerja itu banyak tapi yang berkualitas sangat minim. Contoh, dari 200 pelamar yang memenuhi kualifikasi tidak lebih dari 5 persen. Skill tak sesuai kualifikasi yang diminta. Selebihnya, di Kota Bogor sendiri industri kuliner terkendala macet di weekend, perputaran pengunjungnya menjadi sedikit. Sedangkan soal legalitas dan perizinan di Kota Bogor cukup ramah terhadap pengusaha,” sebutnya.

Dewan Pembina HIPMI Kota Bogor, Rifki Thoriq mengatakan hal serupa bahwa banyak potensi yang masih bisa dikembangkan di Bogor. Tingkat kunjungan wisatanya bagus kan tetapi sebagai kota kecil yang jaraknya dekat dengan kota-kota lainnya di Jabodetabek menjadikan banyaknya tamu tetapi tidak banyak yang menginap di hotel. “Ditambah lagi dengan UMK yang tinggi, padahal bukan kawasan industri,” sebutnya.

Sekum HIPMI, Adivi Prasetyo menambahkan, Bogor memiliki banyak sisi potensi namun ke depan harus terus membenahi infrastruktur untuk membuka peluang usaha, misalnya usaha city tour. (cep)