Hallobogor.com, Bogor – Seharian blusukan di Kota Bogor, Kamis (8/11/2018), Cawapres Sandiaga Salahudin Uno lebih banyak berdialog dengan para pelaku usaha kecil menengah dan pedagang. Hal ini menggambarkan bahwa fokus atau prioritas yang akan dibangun oleh Prabowo-Sandi jika terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 mendatang adalah peningkatan ekonomi masyarakat.

Hal ini seperti diakui Sandi saat berkunjung ke sentra home industri di kawasan Ciluar dan berdialog dengan pedagang Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar). Demikian pula di sela acara deklarasi Badan Pemenangan Pilpres Prabowo-Sandi Kota Bogor di kawasan Jalan Pangrango.

“Prioritas kami adalah bidang ekonomi. Kami siap membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk warga Kota Bogor. Kami akan lebih berpihak kepada pelaku UMKM dan pedagang kecil. Kami juga siap merevitalisasi pasar tradisional atau pasar rakyat,” ungkap Sandi.

Kedatangan Sandi dan rombongan timnya mendapat sambutan hangat para pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan, sebelum turun dari kendaraannya banyak warga terutama kaum emak-emak yang berebut ingin berswafoto. Demikian pula saat turun dari mobilnya, Sandi nampak kesulitan berjalan akibat berjejalnya warga yang mengerubunginya.

Tepat di tangga Blok F Pasar Kebon Kembang, Sandi meluangkan waktu berdialog dengan warga, pedagang, dan pengurus Paguyuban Pasar Kebon Kembang. Dalam kesempatan tersebut para pedagang menyampaikan beragam harapan. “Jangan sampai yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Kami harapkan harga-harga stabil dan terjangkau,” ujar salah seorang warga.

Selepas dari pasar, Sandi bertolak ke Jalan Pangrango untuk menghadiri deklaraai dan melantik Badan Pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi Kota Bogor yang dipimpin Sri Maryanti.

Di sana, nampak hadiri pasukan FPI, partai koalisi, para caleg partai pengusung dan pendukung Prabowo-Sandi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta habaib, Mayjen Arifin Firman, pembina Gerindra, Sekjen PAN, serta hadirin yang mayoritas kaum emak-emak.

Dalam sambutannya, Sandi berkisah pengalamannya saat Pilkada DKI Jakarta. “Kami waktu itu merasa dianggap remeh dan dikecilkan, tapi kami bisa menang. Sekarang saya meminta kepada tim untuk menggeber pertemuan minimal 10 acara per hari. Lakukan kerja cerdas dan kerja tuntas dengan tetap menjaga kampanye yang sejuk. Tren survei Prabowo-Sandi terus naik. Tinggal meyakinkan yang belum menentukan pilihan. 160 hari ke depan hingga 17 April 2019 kami optimis menang,” paparnya. (cep/dns)