Hallobogor.com, Bogor – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan bahwa alasannya kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019 bukan lantaran ingin berkuasa di Indonesia. Ia yang berpasangan dengan Sandiaga Uno hanya ingin membantu Indonesia menjadi negara yang berdaulat dalam segala hal.

Demikian hal itu disampaikan oleh Prabowo Subianto dalam acara ramah tamah bersama ratusan anak muda seluruh Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2018).

Menurutnya, kontestasi pilpres saat ini bukan soal memperebutkan kekuasaan. Melainkan upaya untuk mengembalikan kedaulatan bangsa di segala sektor.



“Yang diperjuangkan di 2019 adalah untuk merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia. Merebut kembali masa depan kalian, anak-anak kalian, dan cucu-cucu kalian,” ujar Prabowo Subianto.

Bagi Prabowo, saat ini kepentingan pribadinya sudah selesai. Tujuan utamanya menjadi Presiden ke-8 RI hanyalah agar ia dapat dijadikan alat bagi negara ini mencapai tujuan luhur yang sesuai dengan apa yang diamanahkan oleh para pendiri bangsa.

“Saya di sini minta mandat bukan karena saya ingin berkuasa untuk Prabowo. Prabowo itu tidak penting. Prabowo sudah dapat rezeki dari Tuhan. Prabowo itu sekarang hanya ingin jadi alat. Saya ingin memperbaiki ini semua bersama kalian,” terangnya.

Untuk itu, Prabowo juga mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang terkesan takut kehilangan kekuasaan. Padahal menurutnya, sebuah jabatan atau kekuasaan tersebut sifatnya sangat temporer atau tidak akan ada yang permanen.

“Kenapa orang ganti presiden takut? Ganti pengemudi itu biasa. Kalau mau ganti pilot yang pilotnya itu harus handal, harus bisa mengemudikan pesawat dan selain handal harus punya karakter dan akhlak yang baik. Ini tanggung jawabnya besar,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengingat pesan yang pernah ia terima dari ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo. Dan pesan ayahnya yang pernah menjadi Menteri Ekonomi ini akan selalu ia pegang teguh saat dipercaya menjadi Presiden RI mendatang.

“Bapak saya pernah menjadi menteri, tetapi bapak saya selalu mengajari ‘Jangan sekali-kali mencuri uang rakyat!'”, kenang Prabowo. (ban)