Hallobogor.com, Megamendung – Mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Prabowo Subianto, menegaskan, sektor pertanian dan pangan harus mendapatkan kebijakan khusus, pendekatan khusus, dan strategi khusus.

“Tidak benar kalau persoalan pertanian dan pangan diserahkan ke mekanisme pasar. Tidak benar kalau petani-petani kita disuruh bersaing di pasar bebas dengan petani-petani bangsa lain tanpa bantuan dan perlindungan,” tegas Prabowo saat orasi di pembukaan Munas VIII HKTI di Grand Cempaka, Megamendung, Kabupaten Bogor, kemarin. Demikian, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Prabowo mengemukakan, negara-negara yang konon kapitalis justeru paling keras membela petani-petani mereka. “Di Eropa misalnya, punya satu ekor sapi saja disubsidi
2 euro per sapi. Di Malaysia disubsidi 15 ringgit per satu hektar tanah pertanian, itu tujuh tahun lalu. Di Thailand dan India.apalagi. Gabah di sana wajib dijual 85 persen ke pemerintah melalui penggilingan padi dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Dampaknya, di India, sekarang bukan sekadar swasembada tapi sudah bisa mengekspor padi,” paparnya.



Menurutnya, arus Globalisasi telah membongkar apa yang selama ini dirintis oleh pendiri bangsa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto dengan program Bimas atau Bulog. “Kita seolah-olah dihipnotis oleh slogan-slogan globalisasi, perdagangan bebas, serahkan ke pasar, pertanian dianggap sektor biasa. Bagi kami (HKTI), pertanian bukan sektor biasa. Pertanian adalah sektor strategis bagi kehidupan dan kemerdekaan seluruh bangsa,” tegasnya.

Indonesia, kata Prabowo, jangan malu belajar ke bangsa lain tapi jangan juga mudah terkesima, mudah dibeli oleh uang banyak, sehingga akhirnya kita mengorbankan nilai-nilai jati diri bangsa.sendiri. “Saya mengajak HKTI jadi mitra yang baik dengan pemerintah. Bukan mitra yang membeo, yang hanya setuju, setuju, asal bapak senang. Kawan yang baik adalah kawan yang bisa memberi saran, kritik bila perlu. Kita akan dukung apapun kebijakan pemerintah yang kami nilai baik, pro rakyat, pro petani, pro kedaulatan pangan,” beber dia lagi.

Prabowo juga menandaskan bahwa HKTI terbuka bagi semua partai politik. “30 anggota DPR adalah dari HKTI yang berasal dari semua partai,” tukasnya.

Dari informasi di arena Munas, posisi Ketua Umum HKTI kini dijabat Fadli Zon yang menggantikan Prabowo yang telah dua periode memimpin HKTI.(cep/wan)