Hallobogor.com, Bogor – Program berkelanjutan dalam misi perusahaan adalah sumbangsih nyata perusahaan semen “Tiga Roda” dalam mendorong tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada 2030.

“Kontribusi nyata Tiga Roda dapat dilihat dari bagaimana penyusunanan misi perusahaan, yang sejak tahun 1999 telah menyatakan program berkelanjutan dalam misinya,” kata Manajer Corporate Social Responsibility & Security Division (CSRS) Tiga Roda (Indocement-Heidelberg Cement Group), Sahat Panggabean, SE, CMPR di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

Ia menjelaskan komitmen itu, telah dipaparkannya saat menjadi narasumber pada seminar nasional bertema “Peran Akuntan dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)” yang diselenggarakan oleh Program Studi dan Himpunan Mahasiswa 03 Akutansi Universitas Pamulang, Ciputat, Tangerang, Banten.

Pada seminar yang dihadiri lebih 2.000 mahasiswa Universitas Pamulang dari segala jurusan bidang ilmu itu, juga dihadirkan narasumber lainnya yakni Direktur Trisakti Sustainability Center (TSC) Juniati Gunawan SE, M.Si., Ph.D.

Dalam kapasitas sebagai praktisi SDGs, Sahat Panggabean juga menerangkan bahwa terkait agenda keberlanjutan, siapa saja tidak perlu berpikir terlalu luas untuk mengubah dunia.

“Perubahan itu bisa diawali dari diri sendiri, selanjutnya memengaruhi orang terdekat kita untuk berubah guna mendorong tercapainya 17 tujuan SDGs pada 2030,” katanya.

Sementara Direktur TSC Juniati Gunawan memaparkan mengenai pentingnya peranan akuntan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Ia menegaskan bahwa fungsi akuntan sebagai ahli di bidang pelaporan dapat memberikan kontribusi lebih dalam melihat pencapaian SDGs.

“Kontribusi itu bisa dilakukan sampai di tingkat desa atau kelurahan,” katanya.

Tiga Roda pada 2017 mendapatkan penghargaan “Top CSR 2017 on Nawa Cita 7 : Empowerement of SME’s Through Avalist Scheme”, atas keseriusan kinerja perusahaan mengenalkan konsep koperasi kepada kelompok masyarakat Nawa Cita adalah 9 agenda prioritas pemerintahan Kabinet Kerja yang digagas Presiden Joko Widodo.

Sedangkan Nawa Cita ke-7 berisikan tentang cita-cita mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Program-program tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari lingkungan, sosial, dan ekonomi.

SDGs merupakan suatu program di bawah kendali Badan Pembangunan PBB (United Nation Development Program/UNDP) yang bertujuan untuk mendorong perubahan perubahan ke arah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan dengan fokus pada bidang pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup Pemerintah Indonesia sendiri memiliki komitmen yang kuat terhadap implementasi SDGs dengan menghubungkan sebagian besar target dan indikator SDGs ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) dan 9 agenda prioritas presiden yang tertuang dalam Nawa Cita.

Saat ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ditunjuk sebagai lembaga yang memastikan pencapaian SDGs di tingkat nasional dan regional. (and)