Hallobogor.com, Bogor – Program Keluarga Harapan (PKH) yang sejatinya untuk membantu keluarga miskin agar naik peringkat lebih sejahtera masih harus dikoreksi. Program ini banyak yang tidak tepat sasaran lantaran para penerima PKH banyak yang tidak sesuai dengan kriteria. Yakni, keluarga berekonomi mampu masih banyak yang jadi penerima dana PKH.

Persoalan ini bukan lagi rahasia dan hampir terjadi merata di lapangan. Ini seperti diakui pula oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Dapil 3 H. Slamet Mulyadi.

“Penerima PKH banyak yang kurang tepat sasaran. Keluarga yang sejahtera banyak yang menerima kartu PKH sementara keluarga yang kurang sejahtera justru tidak menerima kartu PKH. Ini perlu dikoreksi dan diperbaiki pendataannya agar program pemerintah tepat sasaran sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar H. Slamet Mulyadi.

Hal serupa dikatakan Sekretaris Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Atang Mulyana. “Betul, penerima PKH banyak yang tidak sesuai kriteria alias banyak penerima yang hidup mampu. Ini terjadi akibat kesalahan BPS yang mengambil data masyarakat secara sembarangan dengan tidak berkoordinasi sama pemerintah desa,” ujar Atang Mulyana.

Menurutnya, upaya pihak desa untuk menyalurkan dana PKH sesuai kriteria selalu kandas di tengah jalan. Pengajuan data yang layak mendapatkan PKH tidak direspons oleh pemerintah.

“Sudah berkali kali saya memberikan data yang sebenarnya. Tetapi sampai saat ini penerima PKH tidak berubah,” tegasnya. (Dang)