Hallobogor.com, Bogor – Proyek pembangunan gedung Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor tahap dua diminta bisa diselesaikan tepat waktu pada 21 Nopember 2016. Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengungkapkan hal ini seusai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan, Senin (08/08/2016).

Proyek pembangunan gedung Dispenda merupakan program lanjutan tahap dua yang menjadi pilot project dengan system multi years di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Alokasi dana tahap awal senilai Rp 19 miliar dan tahap dua senilai 18 miliar.

“Setelah melihat progress hari ini untuk tahap kedua dari managemen konstruksi, diharapkan semua kekurangan yang ada bisa segera dipenuhi sehingga terselesaikan tepat waktunya,” kata Usmar, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Usmar juga mengatakan, setelah mengecek mulai dari lantai satu hingga lantai tujuh, diharapkan SDM untuk tenaga kerja yang saat ini ada 90 orang bisa ditambah. Jadi, semua lantai bisa dikerjakan secara maksimal secara bersamaan.

“Kita akan percepat pencairan  dana pembangunan dimana setiap per tanggal 27 boleh melakukan progress pencairan asal sesuai  prosedur yang ada dan mencapai target,” tambahnya.

Dia mengimbau, kontraktor harus mengambil langkah sedini mungkin mulai dengan menambah pekerja hingga mencapai 150 pekerja sehingga target pembangunan bisa diselesaikan pada 21 Nopember.

Kemudian, perlu disediakan tenaga kerja khusus untuk pembangunan didepan yang memakan 20-23 orang pekerja.  Minimal diangka 150 tenaga kerja untuk bangunan ini, agar pembangunan tidak boleh mundur dari tanggal yang ditentukan, tandas Usmar.

Sementara itu, Kepala Dispenda Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh berjanji, akan berkoordinasi dengan kontraktor pembangunan kantor tersebut. Salah satunya untuk  menambahkan pekerja. Selain itu, pihaknya juga akan mempersiapkan pengadaan peralatan agar pembangunan dapat diselesaikan dengan cepat.

Disisi lain, kata Daud, Dispenda bersama kontraktor maupun konsultan kerap melakukan rapat evaluasi progress pembangunan setiap minggu secara turin. Progres pekerjaan itupun ditargetkan untuk pencairan dana pembangunan yang dilakukan setiap tanggal 27.

“Jadi sudah jelas proses pembangunan sudah ditargetkan dan harus tercapai. Kalau tidak mencapai target tidak bisa dicairkan dananya,” Daud memungkas. (hrs).