Hallobogor.com, Bubulak – Tiga wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia yang digelar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor.

Satu dari tiga wanita yang terjaring, sedang hamil 5 bulan. Razia digelar, Rabu (26/8) malam hingga Kamis dinihari.

Petugas gabungan melakukan razia di sejumlah titik yang sering digunakan sebagai tempatprostitusi.



Lokasi yang menjadi sasaran razia adalah kawasan Pasar Anyar, tepatnya Jalan Dewi Sartika, Jalan MA Salmun, Jalan Ny Raja Permas serta Terminal Bubulak.

Begitu melihat ada petugas, para PSK  berusaha melarikan diri.
Beberapa PSK berhasil kabur, sementara 3 PSK berhasil diamankan petugas.

Mereka langsung diangkut menggunakan mobil petugas dan dibawa ke Kantor Dinsosnakertrans Kota Bogor. Para PSK ini kemudian didata dan dimintai keterangan oleh petugas Dinsosnakertrans Kota Bogor.

Salah seorang PSK  berinisial SL (36) ternyata tengah hamil 5 bulan.
Postur tubuhnya yang gemuk membuat petugas tidak mengetahui kalau wanita itu sedang hamil.

“Saya terpaksa melakukan ini karena kebutuhan ekonomi. Suami saya jarang pulang karena kerja di luar Bogor,” katanya, Kamis (27/8).

Ia mengaku baru beberapa kali melakukan praktik prostitusi tersebutdan ia mengaku menyesal menjadi pekerja seks, terlebih dirinya tengah hamil.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Bogor, Anas Rasmana mengatakan, 
razia PSK ini akan terus digalakkan untuk memberantas praktik prostitusi di Kota Bogor.

“Razia ini akan dilakukan 2 kali dalam sebulan sehingga Kota Bogor bebas dari prostitusi,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menetapkan zona bebas prostitusi di kawasan yang sering dijadikan praktik  prostitusi di Kota Bogor.
“Razia ini sudah bocor, karena cuma tiga PSK yang terjaring,” sesalnya. (rif/hlb)