Hallobogor.com, Kota Bogor – Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmojo, mengemukakan, sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Menteri Pekerjaan Umum, PT MSJ mendapatkan tugas membangun Jalan Tol Bogor Outing Ring Road (BORR) sepanjang 11 kilometer sejak tahun 2009 silam.

Sampai awal 2017 ini, PT MSJ baru membangun Jalan Tol BORR 5,6 kilometer. Yakni, seksi 1 Sentul Barat-Kedung Halang dan seksi 2A Kedung Halang-Kedung Badak. “Sehingga kami masih punya target 5,4 kilometer untuk membangun,” katanya, di Balai Kota Bogor, Rabu (11/1/2017).

Untuk menyelesaikan target tersebut, PT MSJ kini sedang memulai proyek pembangunan Jalan Tol BORR seksi 2B sepanjang 2,65 kilometer Kedung Badak-Simpang Yasmin. Selanjutnya, akan diteruskan seksi 3 dari Simpang Yasmin ke Salabenda



“Untuk seksi 2B ini kami sudah mulai melakukan pengeboran yang dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya sejak dua hari lalu. Progressnya baru empat persen. Target selesai 17 bulan sampai Juni 2018,” ungkapnya.

Hendro Atmojo menjelaskan, pembangunan Jalan Tol BORR menggunakan konsep jalan layang di atas jalan arteri dan mengadopsi sistem boring guna menghindari getaran terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya. “Nilai investasi untuk seksi 2B ini Rp850 miliar,” sebutnya.

Terkait perubahan rencana konstruksi yang sebelumnya akan berujung di Dramaga melaui Jalan KH Abdullah bin Nuh (ABN) menjadi ke arah Salabenda, Hendro menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai usulan Wali Kota Bogor dan Bupati Bogor ke menteri.

“Alasannya antara lain untuk mempertahankan kelestarian Jalan ABN yang dipertahankan sebagai jalur boulevard agar tidak terganggu, yang tidak boleh ada jalan tol di atasnya, juga kabarnya untuk mendukung perkembangan pembangunan kawasan Bogor Barat Kabupaten Bogor,” tukasnya. (cep)