Hallobogor.com, Cibinong – Belum selesai gelar tuntutan yang dilayangkan warga Bojong Koneng beserta Tim Investigasi dan Verifikasi Desa Bojong Koneng, kini PT.Sentul City kembali berulah dengan melakukan pembuldoseran di tanah cadangan kas desa.

Aksi yang dilakukan PT.Sentul City itu tentu membuat geram warga Bojong Koneng lantaran belum adanya titik temu dari permasalahan awal yang diklaim PT.Sentul City.

Adanya aktifitas tersebut dipertanyakan warga, warga pun menilai adanya oknum yang bermain di belakang kegiatan yang dilakukan PT. Sentul City.



Salah satu warga Kampung Bojong Gaok, Dolog mengaku tidak bisa berbuat banyak, atas klaim sepihak PT. Sentul City pada tanah cadangan kas desa tersebut, seperti dikutip Halloapakabar.com.

“Kami akan konsultasikan hal ini kepada Kepala Desa Bojong Koneng Agus Syamsudin. Karena sebelumnya ada kesepakatan antara kepala desa dengan PT. Sentul City, namun kami tidak tahu apa point-pointnya,” kata Dolog, Rabu (30/03/2016).

Di tempat terpisah, Humas Tim Investigasi dan Verifikasi Desa Bojong Koneng Deni Gunarja mengatakan, bagaimana bisa tanah cadangan kas desa seluas 12 hektare diklaim milik PT. Sentul City. Padahal menurutnya tanah ini bukan bagian tanah yang diruislagh pada tahun 2007 lalu.

Deni menerangkan, pada tahun 2015 lalu, warga sudah meminta aktivitas cut and fill dengan alat berat buldozer dihentikan, tetapi kenapa aktivitas itu kembali ilakukan pihak Sentul.

“Tahun 2015 lalu warga sempat bentrok karena tanah cadangan kas desa di Kampung Bojong Gaok dan Kampung Sudi ini tak pernah diruislagh atau dijual. Kami menanyakan keabsahan SHGB II PT. Sentul City tetapi mereka belum menjawabnya,” tambahnya.

Deni melanjutkan, tim investigasi dan verifikasi Desa Bojong Koneng akan membawa kasus sengketa ini ke BPN, DPRD hingga kepolisian karena tanah cadangan kas desa tidak boleh diperjual belikan. Oleh karenanya pihaknya meminta PT. Sentul City segera menghentikan kegiatan sepihaknya.

“Kalau PT. Sentul City tidak menghentikan kegiatannya, kami bersama warga akan menghentikan kegiatan ini,” lanjut Deni.

Sementara dikonfirmasi Kepala Desa Bojong Koneng Agus Syamsudin melalui via telepon, pihaknya enggan menanggapi terkait adanya aktivitas tersebut, malah ketika di singgung soal tanah pun tidak menggubrisnya. (ndy).