Hallobogor.com, Ciawi – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, kini memiliki peluang besar untuk memajukan usahanya. PT Tunas Armindo Wisata menggulirkan pinjaman modal bergulir bagi UMKM Ciawi.

Dewan pertimbangan dan pengawas UMKM Kecamatan Ciawi, Hj Yayah, menjelaskan, rencananya pinjaman modal usaha yang akan diterima para pelaku UMKM di wilayah Ciawi dari PT Tunas Armindo Wisata sebesar Rp100 juta.

“Kami sudah kumpulkan semua pelaku UMKM agar mendapatkan bantuan pinjaman modal tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pinjaman modal usaha yang dikeluarkan perusahaan berdomisili di Kota Bogor yang bergerak di bidang keberangkatan haji itu sudah kedua kalinya terhadap UMKM Ciawi.

Namun, pada tahap awal pinjaman itu keluar, hampir semua pelaku UMKM hanya mendapatkan modal sebesar Rp1 juta. “Untuk saat ini, dana pinjaman totalnya mencapai Rp100 juta. Jadi setiap pelaku UMKM akan diberikan pinjaman modal mulai 1 juta sampai 5 juta, tergantung kebutuhan jenis usahanya,” papar Yayah.

Dari sekitar 700 UMKM yang ada di wilayah Ciawi, kata Yayah, tidak semuanya akan diakomodir mendapatkan bantuan pinjaman modal usaha. Alasannya, karena dari sekian banyak pelaku UMKM itu masih banyak yang belum memiliki izin usaha mikro.

“Paling hanya 150 UMKM saja yang sudah memiliki izin, sisanya walaupun terdata dan aktif, tapi legalitas usahanya belum ada,” ungkapnya.

Yayah menambahkan, adanya bantuan modal usaha yang bekerjasama antara Pemerintah Kecamatan Ciawi dengan PT Tunas Armindo Wisata, sekaligus salah satu upaya mencegah masuknya rentenir atau lintah darat di tengah para pelaku UMKM.

“Jangan sampai masyarakat meminjam modal usaha ke rentenir yang sekarang ini sudah merajalela hingga pelosok perkampungan,” imbuh Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi di Kecamatan Ciawi tersebut.

Nengsih, pelaku UMKM Ciawi mengaku terbantu dengan adanya pinjaman modal usaha yang digulirkan pihak kecamatan bersama perusahaan swasta itu. Terlebih, saat ini usaha yang sedang digelutinya banyak menghasilkan jenis prodak dan membutuhkan modal tambahan.

“Jenis kerajinan yang sedang saya geluti, yakni membuat dompet yang bahan bakunya berasal dari sampah plastik. Tapi sebelumnya saya usaha jualan mie ayam,” tukas warga Desa Bendungan itu. (cep)