Hallobogor.com, Bogor – Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor akan mengambil alih pengelolaan Pasar Teknik Umum (TU). Hal itu sesuai surat keputusan (SK) Wali Kota Bogor nomor 591.45-14 Tahun 2012 tentang penunjukan pengelolaan pasar di lingkungan Pemerintah Kota Bogor bahwa pengelolaan pasar sudah seharusnya menjadi kewenangan PD Pasar Pakuan Jaya.

Direktur Operasional PD PPJ, Syuhairi Nasution, menjelaskan pasar TU dibangun oleh PT Galvindo Ampuh pada tahun 2001 berdasarkan perjanjian antara Pemkot Bogor dan PT Galvindo Ampuh nomor 644/SP.03-HUK/2001-39/SP/GA-BGR/AGS/Xl/2001 tentang Penerimaan Sumbangan Tanah dan Bangunan Pasar Beserta Fasilitas Penunjang Lainnya seluas 31.975 m2 yang belokasi di Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Pengelolaan Pasar yang dilakukan oleh PT Galvindo Ampuh berlaku selama 6 tahun terhitung sejaki 14 Agustus 2001 dan berakhir pada 14 Agustus 2007, sehingga sudah seharusnya sejak 14 Agustus 2007 Pasar Teknik Umum sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Bogor,” kata Syuhairi, Jumat 12 Januari 2018 di Kantor PD PPJ Kota Bogor.

Untuk itu, kata dia, dengan adanya SK Wali Kota tersebut PD PPJ berhak melakukan pengelolaan Pasar TU, karena PT Galvindo Ampuh sudah berakhir masa pengelolaannya pada tahun 2007.

Namun, lanjut Syuhairi, fakta yang ada saat ini PT Galvindo Ampuh masih melakukan pengelolaan dan pemungutan biaya di Pasar TU. “Maka PT Galvindo Ampuh telah melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan pengelolaan pasar tanpa hak,” tegasnya.

PT Galvindo Ampuh sampai saat ini masih melakukan pengelolaan di Pasar TU yakni pungutan biaya pengelolaan, perparkiran, bongkar muat, pengelolaan MCK, pengelolaan listrik, pengelolaan kebersihan, pengelolaan keamanan, dan lain Iain. “Sehingga atas dasar hal tersebut PD PPJ telah melaporkan PT Galvindo kepada Polres Bogor pada 3 januari 2018,” tegasnya.

Selain itu, PD PPJ juga melaporkan adanya dugaan pungutan liar lain yang dilakukan oleh Paguyuban Solidaritas Pedagang Pasar TU yang telah melakukan pungutan kepada pedagang pasar.

“Kami berkesimpulan apa yang dilakukan oleh PT Galvindo Ampuh sudah masuk kategori pungli selama 10 tahun terhitung sejak Agustus 2007 sampai sekarang dan begitu pula dengan Paguyuban Solidaritas Pedagang Pasar,” ungkapnya. (dns)