Hallobogor.com, Caringin – Wilayah Desa Pasirmuncang, kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, relatif aman dari kekeringan saat musim kemarau tahun ini. Apa penyebabnya? Desa Pasirmuncang ternyata sudah punya Sarana Air Bersih (SAB) sendiri persis seperti yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kepala Desa Pasirmuncang, Yudi Wahyudin, memaparkan, selama musim kemarau tidak begitu berdampak dan tidak pernah ada warganya yang antre air bersih. “Hanya debitnya yang berkurang karena kami sudah memiliki SAB yang dikelola oleh Badan Pengelola Air Bersih Tirta Jayanegara sejak tahun 2009 dengan memanfaatkan sumber mata air. Pada tahun 2012 baru bisa meresmikan sistem meterisasi laiknya PDAM,” katanya kepada Hallobogor.com, Senin (3/8).

Guna menghemat biaya, SAB Tirta Jayanegara tidak menggunakan mesin pendorong, ajan tetapi menggunakan sistem gravitasi atau mengandalkan ketinggian untuk mengalirkan air ke warga dan pelanggan melalui jaringan pipanisasi. Pengelolaannya pun persis seperti yang dilakukan PDAM.

BP Air Bersih Tirta Jayanegara kini sudah mampu mengaliri 1.700 Kepala Keluarga atau 1.200 pelanggan lebih se-Desa Pasirmuncang dengan harga jual air per meter kubik Rp500.
“Kami saat ini kekurangan tampungan karena air ngalir terus. Jadi ke depan kami akan membangun bak penampungan,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, BP SAB Tirta Jayanegara belum bisa menghasilkan profit (keuntungan). “Saat ini baru bisa balance antara perawatan dan pengembangan dengan pemasukan. Karena nambah jaringan terus, masih banyak warga yang minta jadi pelanggan,” jelasnya.

Agar tetap lancar, sambung Yudi, BP SAB Tirta Jayanegara mengutamakan servis kepada setiap pelanggannya. “Kami tetap mengmbau warga dan pelanggan harus aktif merawat dan melaporkan setiap layanan kami,” tukasnya.

Selain itu, pengelolaan BP SAB Tirta Jayanegara selalu dibimbing terus oleh DKP Kabupaten Bogor. Karena keberhasilannya, kini BP SAB Tirta Jayanegara ditiru beberapa desa tetangga, seperti Tangkil dan Lemah Duhur. Sudah ratusan desa pula di Kabupaten Bogor yang sudah mulai ikut menerapkan.
“SAB Pasirmuncang sering dijadikan percontohan, narasumber, dan study banding. Kunci suksesnya ada di kepengurusan. Pengurus harus orang-orang terpilih, yang bertanggungjawab, jujur, dan berjiwa sosial,” imbuhnya.(cep).