Hallobogor.com, Cibinong – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Bogor menggelar uji kompetensi wartawan (UKW). Kegiatan dipusatkan di Sekretariat PWI Kabupaten Bogor, Cibinong.

Pembukaan UKW akan dilangsungkan pada Jumat (28/7/2017) dan akan berakhir pada Sabtu (29/7/2017) di Gedung Tegar Beriman. Acara itu sendiri dijadwalkan dibuka oleh Bupati Bogor Nurhayanti. Sebanyak 50 orang peserta sudah terdaftar di meja panitia yang dipimpin oleh Untung Bahtiar dari Radar Bogor. 

Menurut Untung, pelaksanaan UKW sudah sejak lama dinantikan digelar di Bogor. Jumlah wartawan yang bertugas di Kota dan Kabupaten Bogor cukup banyak dan berkiprah di media cetak harian, mingguan dan bulanan. Termasuk juga wartawan yang berkiprah di media online, televisi, dan radio. 

“Penyelenggaraan UKW di Bogor memang sudah lama dinantikan kalangan insan pers Bogor. Alhamdulilah PWI Kabupaten Bogor periode ini dapat menyelenggarakannya. Hal itu sesuai mandat yang disepakati dalam raker PWI Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu,” tutur Untung. 

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Barat, Saprin Zaeni mengatakan, UKW ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme dan etika wartawan. Selama ini, wartawan selalu dipertanyakan kompetensinya, dengan begitu UKW juga ditujukan sebagai otokritik bagi wartawan dalam membuktikan dirinya wartawan profesional. 

“Yang utama dari penyelenggaraan UKW ini adalah wartawan mampu menunjukkan kompetensinya dan membuktikan diri sebagai wartawan profesional serta menjunjung tinggi etika jurnalistik. UKW ini juga dapat dijadikan otokritik yang sering mempertanyakan kompetensi wartawan tertentu,” tegas Saprin. 

Lebih lanjut, Saprin menjelaskan, sesuai UU Pers Nomor 40 tahun 1999 sejatinya adalah kemerdekaan pers. Namun seiring perjalanan waktu, UU tersebut juga dimaknai menyimpang sebagai UU kebebasan pers. 

“Sesuai UU 40 tahun 1999, kemerdekaan pers dimaknai sebagai kebebasan pers. Padahal berbeda jauh sekali antara kemerdekaan pers dan kebebasan pers. Kalau kemerdekaan pers artinya ada kode etik yang harus selalu dijunjung wartawan, tapi kalau kebebasan pers bisa kebablasan tanpa kode etik dan justru merugikan insan pers itu sendiri,” tandas wartawan senior di Bandung.

Dari pendaftaran yang ditutup pada Kamis (27/7/2017) sore, panitia telah menerima 47 orang peserta yang didominasi dari Kabupaten Bogor. Selebihnya ada yang berasal dari Lampung, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Bekasi. Peserta dikelompokkan menjadi peserta wartawan muda (35), wartawan madya untuk level redaktur (7) dan wartawan utama level pemimpin redaksi dan pemimpin umum media 5 orang. (cep)