Hallobogor.com, Bogor – Tak ingin ketinggalan langkah menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu), DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) selama dua hari, di Darmawan Park, Sentul, Senin-Selasa (24-25/4/2017). Hasil rekomendasi dari Rakerda bakal menjadi starting poin bagi sikap Golkar baik dalam menghadapi Pilkada, Pilgub, Pilpres, Pileg, maupun dalam menyoroti kinerja Pemkab Bogor.

Rakerda yang dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi. Acara pembukaan dihadiri pula oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor Ade Ruhandi dan anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor, Anggota DPR RI Ichsan Firdaus, Bupati Bogor Hj. Nurhayanti, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ketua dan Sekjen Partai Golkar Kota Bogor, pengurus parpol PDIP, PPP, PKPI, PAN, PKB, PKS, dan Gerindra, serta sejumlah Kepala Desa.

Ketua Panitia Rakerda, Tohawi, mengatakan, yang menjadi peserta Rakerda adalah unsur DPD Jabar, DPD Golkar Kabupaten Bogor, 40 Pengurus Kecamatan (per kecamatan lima orang), pendiri, ormas dan OKP, peninjau, serta organisasi sayap.

“Tema Rakerda “sukses konsolidasi, sukses Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Saatnya Membahagiakan Rakyat”. Sedangkan yang menjadi narasumber Kapolres Bogor, Dandim, dan Bappeda,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, mengatakan, sesuai temanya Rakerda menjadi starting poin sikap politik Golkar ke depan menghadapi Pemilu. “Makanya saya berharap Rakerda ini menghasilkan rekomendasi yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bogor, baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Rekkmendasi ini nanti ada yang harus disikapi oleh internal Golkar dan eksternal oleh Pemkab Bogor,” katanya.

Jaro Ade menjelaskan, rekomendasi jangka pendek adalah mengenai hasil survei dan riset tentang kepuasan masyarakat akan kinerja Pemkab Bogor. Jangka menengahnya rekomendasi tentang sikap menghadapi Pilkada, Pilgub, Pilpres, dan Pileg. Sedangkan jangka panjangnya membahas program kerja dan visi misi.

“Melalui Rakerda ini kami akan membedah sisi kepuasan publik sesuai visi misi Kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju. Karena di lapangan masih ada hal-hal yang tidak tepat sasaran. Melalui Rakerda ini bisa kritisi dan cari solusi untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Banyak RPJMD yang harus dituntaskan. Golkar berkepentingan ikut andil lahirkan konsep pembangunan,” ujarnya.

Terkait koalisi dan pasangan calon wakil bupati, Jaro Ade juga menyerahkan sepenuhnya kepada hasil Rakerda. “Masih sangat terbuka dengan parpol lain. Makanya dalam menghadapi Pilkada ini kami tetap menjaga komunikasi dan etika politik yang santum serta tetap menjaga kondusifitas. Makanya yang kami hadirkan sebagai narasumber adalah Kapolres, Dandim, dan Bappeda,” jelasnya.

Sementara Bupati Bogor Hj. Nurhayanti mengemukakan, bahwa 25 penciri yang ingin dicapai sesuai visi Kabuaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia sudah ditetapkan dalam RPJMD 2013-2018. “Kami sudah berbuat meski masih ada yang mengeritik. 9 indikator sudah dilakukan, 6 sesuai target, 10 proses.

Bukan hal gampang dengan jumlah penduduk 5,5 juta jiwa.

Harus bekerjasama dengan seluruh parpol, elemen masyarakat, ulama, pemuda, dan lainnya,” katanya.

Oleh karenanya, kata Nurhayanti, segala masukan atau catatan strategis hasil Rakerda yang akan disampaikan melalui Fraksi Golkar nanti sangat vital untuk pembangunan Kabupaten Bogor. (cep)