Hallobogor.com, Bogor – Sejumlah agenda strategis dibahas dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Komite Nasional Indonesia (KNPI). Rapimda yang dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya ini digelar di Hotel Sahira, Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Minggu (11/6/2017). 

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Hasbullah, mengatakan, rekomendasi dari Rapimda ini di antaranya terkait pemilihan Ketua KNPI Kota Bogor dalam Musda, Raperda Kepemudaan, dan sikap pemuda dalam Pilkada 2018.

“Dalam rekomendasi tersebut ada satu target utama yaitu rekomendasi dorongan kepada Pemerintah Kota Bogor dan DPRD terkait pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Kepemudaan (Raperda) Kepemudaan di Kota Bogor. Kedua, kepemimpinan Kota Bogor lahir dari pengkaderan atau terkaderisasi. Jadi Rapimda ini juga akan membahas berbagai persoalan terkait tahun politik saat ini,” paparnya.

Selain itu, Rapimda akan menghasilkan berbagai rekomendasi terkait pelaksanaan Musda. Salah satunya soal peserta Musda, tanggal pelaksanaan Musda dan terkait materi syarat calon ketua DPD KNPI. “Mudah mudahan dengan adanya Rapimda, konsolidasi, sosialisasi bisa berjalan. Saya berharap siapapun yang nanti mencalonkan menjadi ketua KNPI, semua persyaratan harus dipenuhi dan berkemampuan untuk pembangunan Kota Bogor,” katanya.

Terkait verifikasi OKP, DPD KNPI sudah menyiapkan tim verifikasi dan  maksimal tanggal 15 Juni batas akhir verifikasi sudah selesai.

Ketua DPD KNPI Jawa Barat, Saca Suhendi, mengapresiasi pelaksanaan Rapimda di Kota Bogor. “Saya apresiasi KNPI Kota Bogor sudah melaksanakan Rapimda, sesuai dengan amanat organisasi sebelum habisnya masa jabatan Ketua DPD harus dilakukan dulu Rapimda,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Bogor Bima Arya, mengatakan, para pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang tergabung di dalam KNPI jangan terjebak dalam rutinitas. Pasalnya, banyak pemimpin yang lahir dari KNPI, tapi pola dan rutinitasnya masih saja melakukan hal yang sama atau copy paste.  

“Sudah saatnya KNPI melakukan inovasi dan terobosan dalam setiap kegiatannya, terutama dalam menyiapkan kader-kader untuk menjadi pemimpin masa depan. Introspeksi bagi semua pihak, harus keluar dari pola yang baku dan jangan terjebak dalam rutinitas saja,” ujarnya. (dns)