Hallobogor.com, Bogor – Sepanjang tahun 2015 sedikitnya tercatat sejumlah 400 bangunan di Kota Bogor diketahui bermasalah telah melanggar peraturan daerah (Perda) 7/2006 tentang Bangunan dan Gedung. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian pada Dinas Pengawasan dan Pemukiman (Wasbangkim) Kota Bogor Agnes Andriani, Selasa (09/02/2016).

Agnes merinci, dari sejumlah bangunan tersebut, 60 persen merupakan bangunan rumah tinggal dan 40 persen non rumah tinggal, antara lain apartemen, rumah makan, bengkel, ruko dan lain sebagainya.

“Rata-rata pelanggaran mereka (Pemilik bangunan, red) adalah melaksanakan pembangunan tanpa memilliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ada juga sudah memiliki IMB tapi bangunannya tidak sesuai dengan site plan,” ungkap Agnes, seperti dikutip Halloapakabar.com.



Menurutnya, hasil pengawasan dan pengendalian pihaknya diantara 250 hingga 300 berkas bangunan bermasalah tersebut sudah dilimpahkan kepada Satpol PP.

“Sisanya, pemilik sudah memenuhi aturan berlaku mengurus hingga memiliki IMB. Ada juga bangunan yang ditindak dihentikan kegiatannya,” ujarnya.

Sementara itu per Januari 2016, pihak Dinas Wasbangkim telah mencatat ada sejumlah 40 bangunan merupakan rumah tinggal diketuhi bermasalah melanggar Perda 7/2006. (hrs).