Hallobogor.com, Bogor – Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik dan Regeneratif Indonesia (Perdaweri) Jawa Barat dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bogor menjalin kerjasama mengadakan simposium bertemakan ‘Bogor Aesthetic and Anti-aging Medicine Scientific Meeting 2016 di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.

Ketua Panitia, Kisanty Hardaningtiyas menjelaskan, simposium berlangsung selama dua hari dimulai 1-2 Oktober 2016 diikuti oleh sejumlah 250 peserta terdiri dari dokter umum dan spesialis. Para dokter datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Menurutnya ada juga beberapa materi pembahasan yang diangkat dalam simposium tersebut diantaranya tentang penyebab utama penuaan dini dan penyakit-penyakit regeneratif lain dimana belakangan ini diderita sebagian besar warga Indonesia.

“Jadi tugas kami sebagai dokter, bukan hanya mengobati yang sakit tetapi menyehatkan bangsa atau menyehatkan pasien. Melalui klinik dan fasilitas pelayanan primer diharapkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia nantinya akan meningkat,” ujarnya, Sabtu (01/10/2016).

Selain itu, sambung Kisanty, simposium ini juga untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan best eviden atau pembuktian secara ilmiah tindakan atau pengobatan anti-aging dilakukan secara medis, bukan hanya secara salon atau bidang yang tidak dengan kompetensinya.

Ia melanjutkan bahwa kasus penuaan semakin banyak, bukan hanya dialami oleh para orang tua tetapi banyak juga dialami oleh orang muda. Untuk itu pihaknya harus terus menggali ilmu dan menambah wawasan serta mempitrahkan fungsi dokter untuk menyehatkan bukan mengobati.

Kisanty juga menjelaskan, penyakit penuaan dini bisa disebabkan salah satunya oleh pola hidup yang salah. Percepatan penuaan bisa dimulai sejak dalam kandungan karena masukan nutrisi ibu, nutrisi di masa balita, anak-anak, remaja hingga masa tua.

“Banyak bahan mentah yang direkayasa secara genetik sejak ditanam, memang ini sebuah dilema, tapi kami terus berupaya mengedukasi pasien dengan cara terapi yang benar. Mungkin, kita diberikan usia seratus tahun sama Tuhan karena penuaan ini maka bisa lebih cepat untuk mati,” imbuh Kisanty.

Disisi lain, untuk memberikan pengetahuan berkaitan dengan regulasi perizinan klinik kesehatan baik klinik pratama maupun utama, pihaknya menggandeng dua instansi Pemerintah Kota Bogor yakni Dinas Kesehatan dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM).

“Bertepatan dengan acara hari ini dilaksanakan peresmian Yayasan Alzheimer Indonesia Cabang Bogor. Organisasi non profit ini akan memberikan edukasi dan pelatihan terhadap penderita maupun keluarga penderita,” tandas Kisanty. (hrs).