Hallobogor.com, Gunung Putri – Ratusan siswa SMP IT Assyifa Qolbu Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, nampak ceria pada Kamis (18/1/2018). Kegiatan belajar mereka kali ini tidak dilakukan di dalam ruang kelas, akan tetapi mereka bisa belajar sambil bermain di area hutan kota kawasan industri milik PT Aqua pabrik Citeureup. 

Dalam kunjungannya di hutan kota itu, ratusan siswa dan guru juga Komite Sekolah bisa mengenal berbagai jenis pohon yang sudah memiliki barcode. Siswa juga diajarkan bagaimana aplikasi barcode diterapkan di hutan kota yang di dalamnya tumbuh kurang lebih 800 pohon berbagai jenis.

Selain itu, mereka juga diajarkan proses pembuatan kompos dan melihat secara langsung area komposter yang sudah dilakukan, edukasi pengelolaan limbah dan mengetahui cara mengelola sampah baik melalui praktik maupun lewat tayangan film.

Plant Director Pabrik Aqua Citeureup, Tatang Sondana, menyambut baik  kegiatan kunjungan pelajar di hutan kota Aqua. “Karena Aqua selalu terus berusaha untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan hadirnya para pelajar mereka akan mendapatkan edukasi tentang bagaimana mengelola lingkungan yang baik yang akan jadi bekal mereka di masa mendatang. Kami berharap supaya mereka bisa mengajarkannya lagi kepada orang banyak supaya cinta lingkungan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala SMP IT Assyifa Qolbu, Asep Wahyu Destriana, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan manajemen PT Aqua karena selama ini para siswa belajar tentang lingkungan lebih banyak di kelas. “Tetapi di Aqua mereka bisa belajar banyak tentang berbagai jenis pohon, sistem barcode pohon, tentang komposter dan pengelolaan sampah baik organik maupun nonorganik. Sehingga mereka akan bertambah pengetahuan, karena dalam pelajaran lingkunan hidup kami selalu bersemboyan “kita jaga lingkungan, lingkungan jaga kita”. Semoga dengan terus membantu  banyak orang jadi penyebab Aqua terus maju dan jaya,” ucapnya.

Fahmi Abdillah, salah seorang siswa kelas III begitu gembiranya ketika di konfirmasi. “Saya senang bisa hadir dan belajar bersama teman-teman serta bareng bapak ibu guru. Saya bisa mengenal nama dan jenis pohon di hutan Aqua. Apalagi ada barcodenya sehingga kita jadi tahu nama latinnya. Kok bisa ya pohon ada barcodenya,” ujar dia. (cep)