Hallobogor.com, Ciawi – Ratusan sopir angkutan perkotaan (angkot) dari berbagai jurusan menggelar aksi unjukrasa tepat di Simpang Ciawi, Senin (30/11/2015) sejak pukul 07.00 pagi. Unjukrasa diikuti oleh sopir angkot jurusan Sukasari-Cisarua, Sukasari-Cicurug, Ciawi-Pasir Muncang, dan Sukasari-Cibedug.

Lantaran tak ada angkot yang beroperasi, penumpang pun telantar. Pelajar dan karyawan mengeluh karena terlambat ke tujuan. Di antara mereka terpaksa menggunakan jasa ojek atau naik bus. Demikian, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Dalam aksinya, sopir dan para pemilik angkot menuntut pemerintah agar mencabut UUD Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 74 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 101 tentang kewajiban angkutan kota berbadan hukum. Peraturan tersebut dianggap menyulitkan para pemilik angkot.

“Pemerintah tidak becus dalam mengurus soal ini, tanpa memikirkan sebab akibatnya ketika UUD itu dibuat. Kalau semua administrasi diurus oleh koperasi, yang berbadan hukum CV atau PT, tentu sangat memberatkan para pemilik dan para sopir,” kata Imam Wijaya, kordinator aksi. (wan)