Hallobogor.com, Bogor – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Jawa Barat hingga pukul 18:00 hari ini masih melakukan rekapitulasi penghitungan surat suara dari TPS (Form C1). Untuk Pilwalkot Bogor 2018, pasangan Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 3, Bima – Dedie sementara unggul dengan perolehan jumlah 39.000 atau 43,16% suara.

Sementara pasangan calon dari nomor urut 1, Ru’yat – Zaenul baru bisa mengumpulkan 22.458 atau 30,39% suara. Sedangkan pasangan Dadang – STS cukup hasilkan 10.277 atau 13,90% suara. Kemudian, pasangan nomoro urut 2, Edgar – Sefwelly bertahan di 9.276 atau 12,55% suara.

Hasil penghitungan tersebut berdasarkan data masuk TPS pada 28 Juni 2018, pukul 20.00 Wib. Hingga saat ini, dari total 1.785, baru 273 TPS data yang masuk atau sekitar 15,29%. Total suara sah terhitung 73.911 atau 94,85% suara. 

Dikonfirmasi hal itu, Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna membenarkan, namun menurut dia jumlah perolehan tersebut belum bisa dinyatakan final. 

“Berdasarkan KPU Jabar betul. Tapi hasil itu belum selesai semua karena hari ini kita mulai rekap dari tingkat kecamatan dan ada beberapa data yang memang belum diserahkan ke kita,” ujar Undang saat dihubungi, Kami (28/6/2018) malam.

Menurut Undang, data yang masuk di KPU Jabar masih terhitung lamban dibandingkan dengan KPU RI. Hingga saat ini penginputan data di KPU Jabar masih terhitung beberapa persen saja sementara infput di KPU RI sudah hampir rampung. 

“Sebenarnya untuk informasi penghitungan suara lebih cepat di KPU RI. Sebab di KPU Jabar input data masih ada antrian di beberapa daerah,” katanya. 

Untuk informasi resmi sendiri, kata Undang, akan diumumkan pada tanggl 4-6 Juli 2018 mendatang. Sehingga rekapitulasi ini tidak merepresentasikan hasil akhir pemilihan Walikota Bogor tahun 2018. (cep)