Hallobogor.com, Caringin – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor telah mengestimasi biaya relokasi jalur pipa air yang bakal terdampak oleh megaproyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Relokasi jalur pipa Tangkil membutuhkan biaya total Rp8,4 miliar.”Untuk yang di Tengek sepanjang 600 meter Rp6,6 miliar dan di Rancamaya, Bojongkerta, Rulita Rp1,8 miliar. Jadi total Rp8,4 miliar,” kata Plt Direktur Tehnik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Deni Surya Senjaya, kepada puluhan wartawan di lokasi proyek tol Bocimi, Tengek, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

H. Deni mengemukakan, sesuai hitungan biaya sebesar itu untuk pengadaan pipa jenis baru ukuran 15 inchi, biaya pembebasan tanah dan biaya pekerjaan hingga rampung.



“Jaringan pipa dari sumber mata air Tangkil di Kampung Tengek ini terbangun tahun 1975 jaman Colombo Plan Australia. Jalur pipa berada di atas tanah milik PDAM. Jalur pipa ini melayani 12.000 masyarakat pelanggan di Zona I Kota Bogor daerah Rancamaya, Kertamaya, Bojongkerta, Wangun, Muarasari, Tajur, sampai Mutiara Bogor Raya Katulampa,” jelasnya, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Pihak PDAM berharap pihak pelaksana proyek tol Bocimi bisa segera merelokasi dan membangun jaringan baru sebelum jalur pipa lama diputus agar pelayanan tidak terganggu.

“Kami sedikit kuatir karena topografi jalur Tangkil ini cukup ekstrim. Kalau terjadi gangguan recovery-nya bisa 10 hari,” ujarnya.

H. Deni menegaskan, pihak PDAM tidak memaksa pekerjaan relokasi harus dilakukan oleh PDAM. Tapi bisa dilaksanakan oleh pihak proyek tol dengan menggandeng ahli di bawah pengawasan PDAM.

“Pekerjaan ini kami perkirakan paling cepat bisa selesai dua bulan. Sekarang ini jalur pipa masih normal, tapi kalau pekerjaan akan dimulai pasti sesuai SOP sebelumnya kami akan mengumumkan kepada masyarakat. Minggu depan kami rencanakan akan ada pertemuan dengan pihak Trans Jabar Tol dan pelaksana proyek dan koordinasi dengan berbagai pihak,” tandasnya. (cep/dan/hrs/wan).