Hallobogor.com, Bogor – Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) menyoroti tajam kasus pencemaran akibat pembuangan limbah industri yang ditemukan di sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Bogor seperti di kali Cileungsi yang mengalir ke Bekasi. Repdem menegaskan bahwa perusahaan yang sengaja membuang limbah industrinya ke sungai bisa dipidana.

Wakil Ketua Repdem Kabupaten Bogor, Fahreza, mengatakan, dengan ditemukannya pipa pembuangan limbah ke Sungai Cileungsi pada tanggal 26 Agustus 2018 oleh warga serta Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) menjadi alat bukti yang cukup kuat saat masuk ke dalam perkara pidana.

“Pipa tersebut memang tidak akan terlihat apabila pada musim hujan, namun pada saat kemarau bisa terlihat jelas hilir dari pipa tersebut,” katanya.

Fahreza menegaskan, pada pasal 76 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pemeliharaan Lingkungan, seharusnya Pemerintah Kabupaten Bogor segera menerapkan sanksi administratif dimulai teguran tertulis hingga melakukan pencabutan izin lingkungan terhadap perusahaan pembuang limbah tersebut. “Perlu diingat bahwa sanksi administratif tidak akan menghapus tanggung jawab pemulihan dan pidana,” tegasnya.

Repdem juga mendesak Bupati Bogor agar cepat tanggap dalam menangani kasus ini. Karena, dampak dari pencemaran limbah bukan hanya dirasakan warga Bogor namun warga Bekasi.

“Pemerintah daerah harus terbuka ketika sudah diketahui oknum di balik pembuangan limbah tersebut. Dinas Lingkungan Hidup sebagai bagian dari instrumen pemeliharaan dan perlindungan lingkungan seharusnya harus intens melakukan controling di beberapa sungai yang diindikasikan bisa terjadi pencemaran. Jangan sampai kejadian ini terjadi kembali. Juga program preventif/pencegahan harus dimatangkan untuk mencegah adanya pencemaran limbah kembali di aliran sungai di semua wilayah di Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Cileungsi sebagai zona industri,” beber dia. (cep)