Hallobogor.com, Cisarua – Restoran Rindu Alam sudah begitu melekat dengan kawasan pariwisata Puncak. Restoran ini seolah menjadi bangunan penanda perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

Selama berpuluh-puluh tahun restoran ini menjadi tempat singgah wisatawan atau pengguna jalan yang hendak beristirahat. Posisinya yang sangat strategis berada di bibir Jalan Raya Puncak, Rindu Alam menjadi lokasi paling pas bagi para pengguna jalan untuk menghela nafas setelah berkelok-kelok dan menanjak baik dari arah Bogor maupun Cianjur.

Dari informasi yang dihimpun, Restoran Rindu Alam ini berada di atas tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah disewakan selama 32 tahun lamanya ke pihak keluarga mantan Pangdam Siliwangi Letjen (purn) Ibrahim Adjie.

Kini, nama Restoran Rindu Alam bakal segera lenyap. Bangunannya akan diratakan dengan tanah dan akan diganti publik area atau ruang terbuka hijau.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, mengatakan, pembongkaran Restoran Rindu Alam akan dilakukan pada November 2017. Selain karena izinnya habis pada akhir September tahun ini juga terkait rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan melebarkan Jalan Raya Puncak.

“Insya Allah bulan November kami ratakan dengan tanah seiring adanya rencana pemerintah pusat yang saat ini sedang melakukan pelebaran Jalan Raya Puncak,” ujarnya.

Dedy Mizwar menjelaskan, eks Rindu Alam selanjutnya akan dijadikan publik area atau ruang terbuka hijau. “Kami akan bangun ruang terbuka hijau atau publik area di tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang lokasinya ada di Restoran Rindu Alam dan sekitarnya. Walaupun kami akan bangun sebuah gedung di sana, kami hitung atau pastikan dulu agar tidak mengganggu resapan air,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah, mengatakan, semua bangunan liar atau 1.300 bangunan liar akan dibongkar, baik bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL), warung makan, termasuk Restoran Rindu Alam yang masa izinnya akan habis pada bulan September tahun ini.

Ia menambahkan, pembongkaran bangunan Restoran Rindu Alam dilakukan pada akhir masa pembongkaran 1.300 bangunan liar, di mana untuk langkah awal bangunan liar yang dibongkar dari Gadog hingga lokasi Taman Wisata Matahari.

“Pembongkaran bangunan liar ini bertahap, tahap awal dari mulai Gadog hingga TWM, lalu TWM hingga Gunung Mas, dan terakhir di Puncak Pass atau Restoran Rindu Alam,” tambahnya. (cep)