Hallobogor.com, Bogor – Bogor menjadi daerah barometer kemenangan pada Pilkada 2018. Banyak pasangan calon kepala daerah yang mengincar suara sebanyak-banyaknya khususnya di Kabupaten Bogor.

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil pun makin rajin blusukan di wilayah Kabupaten Bogor. Bahkan, Cagub yang berpasangan dengan Uu Rizhanul Ulum yang diusung PPP, PKB, Nasdem, dan Hanura ini bahkan akan terus menambah agenda kampanyenya di Kabupaten Bogor.

Ridwan Kamil menyatakan sangat berharap dirinya bisa menang di Bogor dalam kontestasi Pilkada Juni 2018. Baginya, Bogor menjadi kunci kemenangan Pilkada di Jawa Barat. 



“Kunci kemenangan Pilkada Jabar ada di Bogor. Penduduknya paling besar. Jumlah pencoblosnya saja 3,3 juta jiwa. Jadi siapa yang menang di wilayah ini (Bogor) maka potensi jadi gubernur tinggi. Maka kami sangat serius membuka komunikasi kapan pun dan di mana pun dengan jumlah hari yang lebih banyak. Jadi ini kunjungan dua hari pertama, bulan-bulan ke depan kita tambahi hari-harinya sesuai dengan porsinya,” ungkapnya yang ditemui Kamis malam, 15 Maret 2018.

Menurut Ridwan Kamil, dirinya memilih blusukan langsung karena Pilgub Jabar tidak bisa dimenangkan tanpa door to door (dari pintu ke pintu) bersilaturahmi. “Kalau mengandalkan media sosial saja tidak cukup dan kalau mengambil survei saja terlalu melenakan. Kita harus memastikan ketemu warga sampai detik-detik terakhir,” ujarnya.

Selama dirinya blusukan, lanjut Ridwan Kamil, 50 persennya mendengarkan curhatan warga dan kebanyakan warga mengeluh soal pengangguran, terutama masyarakat di barat Kabupaten Bogor di mana ada ribuan warga yang kehilangan pekerjaan yang harus dipikirkan. 

“Problemnya, karena saya belum menjadi gubernur, maka saya belum bisa berbuat apa-apa untuk Bogor. Insha Allah kalau jadi gubernur untuk urusan Bogor yang akan saya dahulukan mencarikan pekerjaan,” ucapnya.

Ridwan Kamil juga menerima banyak keluhan pedagang di pasar tradisional soal tidak stabilnya harga-harga kebutuhan masyarakat. 

Masih soal pasar, ia mengaku senang berkunjung ke Pasar Tradisional Cisarua di kawasan Puncak. Ridwan Kamil yang juga seorang arsitek ini mengaku sangat tertarik untuk membenahi dan menatanya. “Kalau dioprek (ditata ulang) pikareuseupeun (sangat disukai) karena suhunya dingin. Ada gerai-gerai tempat ngopi, tiap berapa meter tempat belanja lagi apa, jigana (sepertinya). Ini contoh ya, sebagai pemimpin yang visual saya juga punya gagasan-gagasan yang Insha Allah balik lagi,” paparnya.

Ridwan Kamil membocorkan pula bahwa kekuatan pariwisata menjadi strategi pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum). “Karena pariwisata ini paling murah, paling mudah, dan paling ‘ngepek’. Apalagi sekarang pariwisata itu ada namanya ekonomi kreatif selfie. Yang penting warga itu datang ke sebuah tempat, ada tempat berfoto, dia sudah puas. Tak harus berbasah-basah atau berkeringat-keringat. Seperti di Bandung. Apalagi Bogor yang kekayaan alamnya luar biasa. Masyarakatnya juga agamis yang ingin pemimpinnya mendengar nasihat ulama. Insha Allah,” jelasnya.

Masih mengenai pariwisata Puncak, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berpendapat bahwa kawasan Puncak bisa menjadi daya tarik lebih jika ditata ke arah yang lebih menarik lagi. Guna mengatasi kemacetan di Jalan Raya Puncak, Kang Emil mengatakan punya sejumlah solusi. “Khusus untuk Puncak, harus disepakati satu badan tertentu, ini akan lebih memudahkan untuk melakukan pengerjaannya. Kereta gantung seperti di Bandung bisa saja diterapkan di Puncak untuk meningkatkan pariwisata. Namun ini semua  butuh koordinasi dengan pihak terkait dan perlu inovasi untuk mengurangi kemacetan,” imbuhnya. (wan/cep)