Hallobogor.com, Bogor – Perkembangan pembangunan di wilayah Kota Bogor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat saran dan prasarana kota. Meski begitu, penyedian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor sejauh ini belum mencapai persentase yang disyaratkan UU 26/2007 tentang Penataan Ruang.

Dalam Undang Undang tersebut menyebutkan setiap wilayah kota harus menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari luas willayah. Sementara Kota Bogor sendiri dari luas wilayah 11.850 hektar RTH baru mencapai 14 persen.

“Dari luasan wilayah Kota Bogor RTH baru mencapai 14 persen. Memang semua kota belum ada yang mencapai persentase disayaratkan Undang Undang,” kata Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, Yadi Cahyadi, seperti dikutip Hallopakabar.com, Selasa (5/4/2016).

Untuk memenuhi target 30 persen, lanjut Yadi, instansi DKP menargetkan peningkatan RTH tahun ini dengan penambahan RTH seluas 1 hektar antara lain RTH Sempur dan taman-taman yang dibangun di pemukiman penduduk. “Tahun kemarin ada penambahan RTH seluas 2 hektar yakni di Taman Heulang,” paparnya.

Sebetulnya, kata dia, bila dihitung-hitung capain persentase RTH sudah melebihi 14 persen bila digabungkan RTH yang dikelola BPLH, Wasbangkim, UPTD Pemakaman dan Bina Marga. “Faktor penyebab hilangnya RTH, ya itu selain banyak lahan dipakai oleh PKL juga pembangunan rumah di bantaran kali,” jelasnya.

Lebih jauh Yadi menepis soal proyek lanjutan pendestrian di seputar Kebun Raya Bogor akan menghilangkan RTH khususnya sepanjang Jalan Jalah Harupat. Kata ia, pohon-pohon tidak akan ditebang tetap ada hanya akan dibatasi tembok, termasuk tanaman hias tidak akan hilang tetap ada sesuai eksisting. “Terkecuali pembangunan pendestrian depan Rumah Sakit PMI, akan menyisakan 2 meter lagi RTH,” tukasnya. (hrs).