Hallobogor.com, Cigombong – Beberapa rumah milik warga di sekitar Jembatan Cisadane, di Desa Srogol dan Ciburuy Kecamatan Cigombong, maupun Desa Muaraja dan Cinagara Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, mulai dibongkar. Pembongkaran rumah-rumah warga yang disewa oleh Pemkab Bogor dan beberapa perusahaan ini bakal digunakan untuk pemasangan jembatan sementara (bailey) kedua.

Sementara itu, lantaran baru satu jembatan bailey yang terpasang kondisi arus lalu lintas di jalur Bocimi masih tetap krodit. Kemacetan mencapai puluhan kilometer baik dari arah Ciawi maupun Sukabumi. Kamacetan ini terjadi karena arus kendaraan tetap dibuka tutup dan bergantian saat melintas jembatan bailey. Sedangkan jembatan utama sama sekali tak bisa dilintasi karena sudah dibongkar.

Pantauan di beberapa lokasi, para pengguna jalan terpaksa menggunakan jalan alternatif baik dari arah Ciawi maupun Sukabumi. Dari arah Kota Bogor, sejumlah kendaraan pribadi maupun angkutan umum melintasi Jalan Raya Cihideung, masuk dari arah Cipaku-Pamoyanan, Cijeruk, dan keluar di Stasiun Cigombong. Dari arah Jakarta dan Ciawi, sejumlah kendaraan ada yang memilih berbelok di Pasar Caringin tembus ke Stasiun Cigombong atau melalui jalur Cikalang-Muarajaya-Bohlam-Cigombong. Demikian sebaliknya dari arah Cicurug-Sukabumi menuju Bogor.

Dampaknya, kemacetan bukan saja terjadi di jalur Bocimi. Sejumlah ruas jalan alternatif juga ikut macet. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya petugas yang bersiaga di sepanjang jalur alternatif.

Kondisi ini terus dikeluhkan pengendara roda dua maupun para pengemudi. “Sudah jalannya kecil, banyak lubang, tidak ada petugas yang ngatur, terang saja macet tidak bisa dihindari,” ungkap Hendra, pengendara asal Bogor.

Ilham, pengendara motor ikut merasakan macet parah baik di jalur Bocimi maupun jalur alternatif. “Jangankan mobil, motor saja susah melintas. Sudah tahu jalan kecil, bus malah ikut-ikutan masuk jalur alternatif,” sesal dia. (cep)