Hallobogor.com, Mentawai – Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kepulauan Mentawai Rabu (2/3/2016) pukul 19.49 memporakporandakan segalanya. Termasuk rumah mendiang Paul Walker.

Sudah bukan rahasia, saat masih hidup Walker sering menghabiskan waktu pulau yang menurutnya surga dunia itu untuk bersantai dan berselancar. Rumah di Mentawai itu bahkan disebut sebagai rumah rahasia surga dunia. Kabarnya, rumah itu pun ikut ambruk akibat gempa Tsunami tersebut.

Dinding rumah dan bebeapa ruangannya dikabarkan rusak berat, jalan menuju rumah pun retak-retak. Belum diketahui apakah ada korban yang tertimpa puing reruntuhan di rumah pesohor itu.

“Saya pikir itu (Mentawai) akan menjadi pulau rahasia saya, surga di bumi, rumah saya terpencil jauh dari keramaian. Saya bahkan harus buat jalan sendiri, ” kata mendiang Walker dalam sebuah wawancara pada 2013.

Sementara itu, getaran gempa itu juga terasa hingga Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. Laporan mengenai dampak gempa hingga Malaysia dan Singapura. ”Air di akuarium saya terlihat bergelombang,” demikian salah satu laporan warga Singapura seperti disitus volcanodiscovery.com.

Masih dari Singapura, warga lain juga merasakan dampak gempa dengan skala MMI III (goncangan lemah). “Saya dapat merasakan apartemen saya bergoyang di lantai 21,” kata seorang warga yang melaporkan dengan menggunakan tools “I feel it”.

Warga Singapura lain mengatakan, “Kami tak tahu apa yang sedang terjadi. Kami baru menyadari saat tiang lampu tampak bergoyang,” katanya.

Dari Bayan Lepas, Penang, Malaysia, dilaporkan bahwa dampak yang dirasakan dengan skala MMI II (goncangan sangat lemah). “Gerakan terasa di lantai atas. Kaca terdengar berderak,” katanya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 8,3 skala richter mengguncang Mentawai, Sumatera Barat, Rabu.

Di lokasi kejadian, Gempa berkekuatan 8,3 SR yang mengguncang kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, itu juga terasa sampai Padang, Sumatera Barat.Saat gempa terjadi, warga berhamburan keluar rumah. Sebagian dari mereka lari ke lokasi yang lebih tinggi di wilayah Karang Putih, Padang.

Namun, setelah gempa berhenti, warga kembali ke rumah masing-masing.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo, gempa besar itu berpotensi tsunami. Namun, belum diketahui apakah peringatan tsunami itu masih berlaku atau tidak. (rza).