Hallobogor.com, Bogor – Insiden kebakaran hebat menimpa satu unit rumah warga di Kampung Cibeureum RT 02/01 Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (12/9/2018) pukul 12.31 Wib. Selain membumihanguskan rumah dan seisinya, tiga bocah yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) meninggal karena ikut terbakar.

Informasi yang dihimpun, rumah naas yang terbakar tersebut milik warga setempat bernama Ahmad Junaedi.

Kebakaran tersebut diduga akibat anak-anak kecil bermain korek api dan petasan korek di dalam kamar. Percikan api mengenai tempat tidur (kasur) dan api pun membesar dengan cepat.

Ketiga bocah yang meninggal tersebut yakni, Lintang (3,5 tahun), Sopiana Putri (2,5 tahun), dan Rani (3 tahun). Ketiga bocah itu masih bersaudara karena masih satu kakek.

“Ketiga korban meninggal ini masih sepupu atau keluarga besar dari H Sukmana. Mereka anak dari Pak Ahmad Junaedi, Pak Piat, dan Pak Emuh,” terang Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Makmun.

Mamun membenarkan bahwa penyebab kebakaran tersebut adalah akibat petasan korek yang dimainkan ketiga bocah.

“Kebakaran rumah ini karena para korban (3 anak) bermain petasan korek di kamar lantai 2 rumah milik Ahmad Junaedi, petasan korek itu mengenai tempat tidur hingga kamar itu terbakar cukup hebat,” kata Makmun kepada wartawan.

“Laporan kejadian kebakaran rumah dari warga itu pukul 12.31 WIB, lalu 2 unit petugas pemadam kebakaran dari sektor Ciawi berangkat dan tiba di lokasi pukul 12.53 WIB. Setelah ditanggani dan dibantu masyarakat sekitar api berhasil dipadamkan pada pukul 14.26 WIB. Untuk prakiraan kerugian materil sampai saat ini belum diketahui dan masih dalam perhitungan petugas kepolisian,” jelas Makmun.

Kepala Desa Batu Layang Iwan Setiawan melanjutkan setelah api padam, tiga jasad korban langsung dibawa ke RS Paru Dr M Goenawan Partoeidigdo Cisarua untuk divisum dan dimandikan.

“Tiga jasad korban rencananya sore ini juga dimakamkan di tempat pekaman umum yang berada di kampung yang sama. Ketiganya akan dimakamkan berdampingan,” lanjut Iwan. (cep)