Hallobogor.com, Gunung Putri – Ratusan warga yang tinggal di Cluster Madrid RW 014 Kota Wisata, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengeluhkan proyek pembangunan tol Cimanggis-Cibitung oleh PT Waskita Karya. Pekerjaan proyek tersebut dinilai tidak profesional dan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.  

Merasa geram dengan kontraktor yang pengerjaannya asal-asalan serta mengabaikan lingkungan, warga Kota Wisata mengancam akan menghentikan pengerjaan proyek pembangunan Tol Cimaci apabila tuntutannya tidak dipenuhi oleh pihak PT Waskita Karya.

Pasalnya, sejumlah ruas jalan lingkungan yang terkena dampak proyek kini rusak parah sehingga menimbulkan kesemrawutan, kemacetan, ketidaknyamanan, bahkan kerap terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh naiknya permukaan tanah (landscape)  di depan Cluster Madrid setinggi 1,4 meter.  



“Proyek pekerjaan jalan tol Cimaci -Cimanggis terkesan tidak profesional sejak ada rencana pembangunan pihak kontraktor PT Waskita Karya belum pernah sosialisasi dan koordinasi dengan warga terdampak yang tinggal di Cluster Madrid. Termasuk izin gangguan sesuai staatsblad juga tidak ada, serta tidak melibatkan warga,” ungkap salah seorang warga Cluster Madrid, Witono kepada wartawan.

Akibat pembangunan jalan tol yang tidak dibuat di dalam terowongan, kata dia,  hal ini telah merusak permukaan tanah dan berdampak buruk secara langsung kepada warga yang tinggal di Cluster Madrid.  

“Pihak kontraktor telah merubah rencana semula tanpa sosialisasi kepada warga, jembatan yang awalnya akan dibangun di bawah Sungai Cileungsi, diubah seenaknya dengan membangun jembatan di atas sungai. Akibatnya  taman depan Cluster Madrid dihancurkan, bahkan kegiataan proyek berpotensi menimbulkan erosi tanah,  berkurangnya resapan air dan setiap hujan selalu menimbulkan genangan lumpur dan sangat mengganggu mobilitas keluar masuk warga dan kendaraan,” paparnya.  

Hal senada dikatakan Ketua Paguyuban warga Cluster Madrid Brigjen Pol (Purn) Drs Agus Kusnadi. Menurutnya pertemuan antara warga dengan pihak  PT. Waskita Karya dan PT. Cimanggis Cibitung Tollways sebagai pemilik dan pelaksana proyek jalan tol Cimanggis – Cibitung dan perwakilan manajemen Kota Wisata, tidak berhasil mencapai kata sepakat. Pihak pelaksana proyek tidak bisa menjawab pertanyaan warga menyangkut pelaksanaan proyek yang molor dan tidak sesuai rencana awal.

“Akar masalahnya adalah pekerjaan proyek tidak bisa selesai tepat waktu yaitu bulan Desember 2017 dan (mereka) tidak bisa menjamin secara pasti kapan proyek akan selesai,” ujar Agus Kusnadi. 

Dengan adanya perpanjangan waktu pekerjaan proyek, menurut Agus, hal tersebut akan memperpanjang penderitaan warga Cluster Madrid Kota Wisata, karena harus terus menerus  menerima dampak buruk dari pembangunan tersebut, tanpa ada kompensasi yang ditawarkan pihak pengembang.

Dalam pertemuan dengan warga, lanjut mantan Kapolda Banten ini, pihak PT Waskita Karya berdalih keterlambatan pekerjaan proyek akibat masih adanya persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas dengan pihak Kota Wisata. (has)