Hallobogor.com, Cisarua – Pasar tradisional sangat identik dengan kotoran sampahnya. Bahkan tidak jarang, sampah pasar kerap menimbulkan persoalan. Dari kumuhnya lingkungan hingga hilangnga kenyamanan jika kita masuk ke dalam pasar. 

Guna meminimalisir hal tersebut, PD Pasar Tohaga Unit Pasar Cisarua menjadikan sampah pasarnya sebagai barang yang berguna bagi masyarakat. Yakni, sampah pasar yang 80 persen sampah sayuran dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik.

Kasatgas Pasar Cisarua, M. Gozali, mengatakan, sejak pasar itu memproduksi pupuk organik kondisi sampah di Pasar Cisarua tertangani secara baik. “Gunungan sampah di tempat penampungan, di samping Blok A jarang terjadi. Karena, sampah-sampah dari para pedagang langsung diangkut ke tempat penampungan dekat kantor, di mana terdapat mesin giling untuk pembuatan pupuk organik,” ujar M. Gozali.

Selain sampah itu dibuat pupuk organik, langkah lain juga dilakukan oleh pihak pasar dengan memberdayakan anggota Satgas. Setiap malam jalur yang melintas ke tempat penampungan sampah ditutup. Ini dilakukan untuk mencegah masuknya para pembuang sampah dari wilayah Cisarua. 

“Kami ambil langkah lain untuk menangani sampah tersebut. Yakni, dengan menutup jalur yang melintas ke tempat penampungan sampah. Dulu kami sering memergoki pembuang sampah menggunakan mobil. Padahal tempat sampah itu bukan untuk umum. Melainkan untuk sampah pasar, dan warga yang dekat dengan pasar,” imbuhnya Gozali.

Sementara itu, pupuk organik hasil pembuatannya kini masih perlu dikembangkan untuk pemasarannya. “Memang ada beberapa kendala, pemasaran harus terus ditingkatkan, begitu juga kita memerlukan mesin oven. Karena, proses pembuatan pupuk organik di sini suka terkendala oleh cuaca hujan,” pungkasnya. (dang)