WARGA Bogor tercinta, Hari ini rasa bangga kembali menyatukan kita. Bangga atas kota kita yang selama 537 tahun menulis jutaan cerita dan cita. Lima abad lebih segala peristiwa terjadi di antara kita. Bahagia dan duka. Ceria dan lara. Harapan dan kenyataan, kita rasakan bersama di Kota Bogor tercinta.

Cerita kota ini adalah cerita tentang keajaiban kebersamaan. Tentang manusia dengan segudang perbedaan, tapi disatukan mimpi yang sama, diikat oleh nilai nilai bersama. Mimpi untuk hidup nyaman di lingkungan yang tenang dan aman. Orang Belanda pun menjuluki kota ini dengan istilah yang cantik, “Buitenzorg” kota yang damai nyaman dan jauh dari hiruk pikuk. Dari dulu suasana kebatinan kota ini adalah suasana yang sejuk. Ya alamnya, juga pergaulannya.

Cerita Bogor adalah cerita tentang warga yang diikat oleh tradisi indah dan nilai nilai yang mengalir dari masa ke masa. Cinta dan kasih sayang sesama manusia, hormat kepada orang tua. Tolong menolong dengan tetangga, persahabatan antar warga dan menjaga nama baik keluarga. Nilai-nilai yang terjaga dari generasi ke generasi dan tak lekang di telan zaman.

Cerita Bogor adalah cerita tentang pemimpin yang sayang kepada rakyatnya, rakyat yang hormat kepada pemimpinnya. Pemimpin yang tak putus ikhtiar agar warganya hidup bahagia. warga yang cinta kepada pemimpinnya karena percaya bahwa pemimpinnya memikirkan warganya. Pemimpin yang satu antara kata dan perbuatan.

Warga Bogor yang selalu saya banggakan, Jaman keemasan Kerajaan Pakuan Pajajaran adalah kisah abadi kepemimpinan Prabu Siliwangi yang melegenda. Tentang negara nan makmur, rakyat dan pemimpinnya pun akur. 

Cerita Bogor adalah cerita tentang pesona kebersamaan dalam keberagaman. Cerita tentang manusia manusia yang berbeda latar belakang keyakinan dan agama, tapi memilih untuk terus bersama bukan karena dipaksa atau karena pilkada tapi karena cinta.

Dunia tak henti berputar, zaman bergerak cepat. Tapi cerita indah Bogor jangan sampai berubah, apalagi punah. Cerita cinta dan kebersamaan.

Tak ada kota yang maju tanpa warganya bersatu.
Tak ada kota yang sejahtera tanpa warganya bersama.
Tak ada kota yang jaya tanpa warganya saling cinta.

Tidak akan pernah kita biarkan perbedaan keyakinan mengancam kemesraan. Tidak akan kita diamkan perbedaan pilihan partai membuat kita tercerai berai.

Warga Bogor yang sangat saya cintai.

Jangan pernah ada ruang untuk segala bibit perpecahan. Rapatkan barisan! Kota Kita adalah kota bagi para pecinta damai, bukan bagi yang gemar bertikai. Kota ini untuk yang hidup saling memberi, bukan bagi yang hanya senang mengejar materi dan kursi tanpa saling mengasihi. Moral agama dibumikan untuk jadi penuntun. Adat istiadat dan nilai-nilai kemanusiaan ditanamkan untuk jadi pengingat. Pendidikan disampaikan untuk mencerahkan. Hukum dan aturan ditegakan bagi para pelanggar.

Salam takzim untuk para pemuka agama yang telah menuntun kita untuk selalu berikhtiar tetap di jalan yang lurus. Salam cinta untuk para budayawan yang telah menjaga nilai luhur pendahulu kita. Salam Pancasila untuk para pendidik dan pencerah yang tak kenal lelah mencetak tunas bangsa yang nasionalis. Salam hormat kepada aparat TNI Polri yang yang telah tegakan aturan untuk keamanan dan kenyamanan warga. 

Salam penuh kebanggaan untuk semua birokrat dan abdi negara bersahaja yang tak putus semangat layani warga dengan hati.

Warga Bogor yang saya cintai.

Kota kita, masa depan kita, di tangan kita. Pikiran kita, tindakan kita, ucapan kita tentukan masa depan kita. Generasi milenial mencatat, merekam dan mencontoh prilaku kita hari ini. Prestasi kita, inspirasi mereka.

Untuk seluruh pemangku amanah, politisi, birokrat,  pendidik, aktivis dimanapun berada, mari kita jaga lisan dan perbuatan kita. Limpahi kota ini dengan energi positif dan hal inspiratif. Agar kebaikan terus mengalir menembus semua sudut di kota ini. Agar hal yang luhur tak digusur oleh orang orang yang tak paham warisan para leluhur. Agar nikmatnya bersatu tidak di ganggu oleh para benalu. Agar semangat amar maruf nahi munkar tetap menggelegar.

Warga Bogor tercinta.

Jangan kita sia-siakan ikhtiar pendahulu kita. Berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan kita, demi kita sejahtera. 

Jangan kita ciderai pengorbanan Kapten Muslihat dan Mayor Oking, ketulusan dan kecerdasan dari KH Abdullah bin Nuh, KH Soleh Iskandar, KH Tubagus Muhamad Falakh, keberanian dari prajurit Tijan dan keihkhlasan dari para mantan residen dan Wali Kota Bogor sepanjang sejarah. Semoga para pendahulu kita di tempatkan di tempat paling mulia di sisi Allah SWT, sesuai dengan jasa dan amal perbuatannya yang terus mengalir sepanjang masa. 

Kepada semua anggota dewan yang terhormat, mari kita muliakan kepentingan warga diatas segalanya, diatas kepentingan politik. Mari kita bersanding untuk kebahagiaan warga, mewujudkan Bogor sebagai kota yang layak untuk keluarga. 

Partai boleh beda, tapi mimpi kita pasti sama. Hidup bahagia dan sejahtera di kota milik bersama. 

Saya meminta kepada seluruh kepala dinas, camat, lurah dan ASN kota Bogor untuk tidak menyia-nyiakan amanah yang kita genggam. Pikiran kita, tenaga kita, kedua tangan kita untuk mudahkan segala urusan warga. Kita jawab keluh kesah warga dengan kerja nyata. Sambut aspirasi warga dengan pikiran dan tangan terbuka. Jangan takut dan ragu. Niat baik kita adalah penjaga kita. Jangan terbang karena buaian dan pujian, jangan tumbang karena cacian dan makian. Luruskan niat, terus bekerja dengan hati, yakinlah semua akan indah pada waktunya. 

Satata sariksa, satu kota satu aturan, kita patuhi bersama kita jaga dan rawat sama-sama. Mari kita jaga kota kita dengan cinta. 

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjaga kebersamaan demi kemaslahatan. 

Dinu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga. 

Dirgahayu Kota Bogor.
Wilujeng milangkala.
Raharja salawasna.

[Oleh: Bima Arya Sugiarto. Penulis adalah Wali Kota Bogor Jawa Barat]