Hallobogor.com, Ciawi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciawi kembali menegur pemilik Indomaret di Jalan Veteran III Desa Banjarsari termasuk sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di garis sempadan jalan (GSJ).

Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Ciawi, Sunarto, mengatakan, peneguran ini salah satunya untuk menjawab tudingan miring bahwa Satpol PP Ciawi kerap mengambil upeti dari para PKL.

“Siapapun pemilik usaha yang tidak memenuhi prosedur akan ditindak, karena ini semua telah ada aturannya, termasuk Indomaret ini harus memenuhi prosedur yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Sunarto, pihak Indomaret berjanji akan mengurus segala perizinan ke kecamatan pada Senin esok. “Kami tidak bertemu sama pemiliknya. Nopan, salah satu karyawan Indomaret Bsnjarsari bagian developmet yang kami temui di lokasi mengatakan hal itu,” ujarnya.

Sementara itu, Rizal Nurizal, salah seorang PKL di Banjarsari mengatakan, jauh sebelum ada Indomaret dan Alfamart di Banjarsari dirinya telah berjualan buah di pinggir jalan. “Sudah tiga tahun berjalan dan tidak pernah bayar retribusi khusus ke pihak manapun. Hanya kadang-kadang ada permintaan sumbangan pada waktu- waktu tertentu dari pihak desa untuk acara kegiatan sosial kemasyarakatan saja,” ujarnya.

Rizal menyadari bahwa tanah yang ditempatinya untuk berjualan merupakan ruang milik jalan (rumija). “Kami siap angkat kaki bila tanah ini akan diperuntukan pembangunan,” pungkasnya. (wan)