Hallobogor.com, Bogor – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor akhirnya menghentikan kegiatan galian C di Kampung Bakom RT 08/03 Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Jumat (12/7/2019). Kegiatan cut and fill galian C tanah merah tersebut dihentikan lantaran belum memiliki izin dan banyaknya pengaduan masyarakat.

Dalam sepekan terakhir ini, banyak warga yang mengadukan lokasi kegiatan galian C karena keluar masuk kendaraan dan alat berat telah mengotori Jalan Raya Mayjen HE Sukma (Bocimi). Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang jatuh dan menjadi korban.

“Penambangan tanpa izin ini jelas sangat melanggar UU perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bagi parra pelakunya tentu melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 pasal 1 angka 14 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Para pelaku terancam dengan hukuman penjara maksimal 3 tahun dan denda maksimal Rp3 miliar,” kata Agus Ridho selaku Kabid Penindakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kabupaten Bogor.

Agus Ridho mengatakan, sebelum penindakan ini pihak Satpol PP telah melayangkan surat peringatan yang dikirimkan ke pemilik usaha tambang. Namun peringatan tersebut tidak digubris.

“Setelah tiga kali mengirimkan surat peringatan dan mereka tetap beroperasi, akhirnya hari ini kami menutup operasional tambang galian tersebut dan membawa alat beratnya ke Mako Satpol PP Cibinong,” tegasnya.

“Kami sengaja menggunakan pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 agar pengusaha tambang ilegal jera karena kalau dijerat dengan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2017 tentang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) hukumannya penjara 3 bulan atau denda Rp 50 juta,” tegasnya.

Kasie Dalops Satpol PP Hendrick Desmond menuturkan operasional usaha tambang ini sudah seminggu dan mendapatkan pengawasan Unit Trantib Kecamatan Ciawi.

“Usaha tambang galian C ini tidak mendapatkan izin dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat dan juga telah merugikan warga karena akibat perbuatannya banyak pengendara roda dua yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga kami memberikan tindakan tegas,” ujar Hendrick.

Dia menjelaskan sesuai arahan jajarannya terus melakukan penutupan usaha tambang liar dan pasca hari ini ada 12 usaha tambang liar lainnya yang akan ditertibkan

Hendrick melanjutkan sesuai keterangan warga sekitar tanah hasil usaha tambang galian C ini akan dibawa ke Tangerang dan pasca menambang di lokasi saat ini, pelaku usaha tambang akan melakukan usaha yang sama di Rancamaya, Bogor Selatan Kota Bogor.

“Dengan penertiban usaha tambang galian C di Ciawi otomatis Satpol PP Kabupaten Bogor mencegah usaha tambang galian C ilegal di wilayah Kota Bogor karena pelaku usahanya sama saja,” pungkasnya. (wan)