Hallogor.com, Ciawi – Sekitar 25 hektar area sawah di beberapa desa di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terancam kekurangan pasokan air. Sebab, sayap bendung pintu air Daerah Irigasi (DI) Cikereteg yang selesai dibangun 2016 lalu sebagiannya ambruk.

Pengawas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan Wilayah IV Ciawi, H Dedi Junaedi, mengatakan, sayap bendung pintu air DI Cikereteg yang ambruk sepanjang 20 meter dengan ketinggian 2 meter.

“Yang ambruk itu sayap bendung girang sebelah kanan. Ambruknya bangunan sayap itu cukup mempengaruhi debit air untuk ke area sawah warga, alirannya menjadi lambat,” ujarnya.

Penyebab terjadinya ambruk bangunan sayap bendung DI Cikereteg, lanjut Dedi, lebih kepada faktor cuaca yang akhir-akhir ini memasuki musim hujan dengan intensitas curah tinggi. “Karena tidak kuat menahan beban air terlalu besar di DI Cikereteg maupun dari curah hujan, akhirnya tembok sayap bendung tidak kuat,” paparnya.

Dedi menegaskan, selain telah melakukan peninjauan ke lokasi pihaknya sudah melaporkan ke pihak pelaksana pembangunan. “Pelaksana berjanji akan segera memperbaiki,” imbuhnya. (wan)