Hallobogor.com, Sukaraja – Nasib ratusan murid dan guru SDN Cikeas 02, RT 3/4 Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, sungguh memilukan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) mereka terganggu akibat bangunan sekolah mereka disegel ahli waris.

Pemandangan memilukan ini terjadi pada Jumat (29/4/2016) sekira pukul 07.00 WIB. 425 murid SDN Cikeas 02 tak bisa masuk sebab gerbang sekolah digembok dan dipasangi bambu menyilang olah keluarga almarhumah Imu yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan seluas 1.200 meter yang kini berdiri SDN Cikeas 02.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, setelah beberapa jam, anak-anak didik yang tak berdosa itu pun akhirnya bisa memasuki ruangan kelas dan melaksanakan KBM. Itu setelah jajaran Pemerintah Desa Cadas Ngampar dan Polsek Sukaraja bernegosiasi dengan perwakilan keluarga ahli waris.

Salah seorang guru SDN Cikeas 02, Dela, berharap otoritas terkait segera menyelesaikan permasalahan ini agar tidak mengganggu jalannya KBM. Apalagi pada 16-18 Mei mendatang akan dilaksanakan Ujian Sekolah (US).

Sementara menurut Puspita, guru lainnya, klaim warga yang mengaku sebagai ahli waris alm. Imu tidak mendasar. Apalagi dalam hal ini tidak bisa dibuktikan dengan dokumen kepemilikan tanah dari alm. Imu.

“Sepengetahuan saya, alm. Ibu Imu tidak memiliki keluarga, baik suami maupun anak,” katanya.

Adapun tanah seluas 1.200 meter yang diklaim tersebut, kata dia, di atasnya berdiri enam ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, ruang guru, dan bangunan tempat beribadah.(cep)