Hallobogor.com, Bogor– Untuk menumbuhkan kreatifitas dalam berseni serta melestarikan budaya tradisional daerah, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni budaya Universitas Pakuan Bogor, menyelenggarakan acara bertajuk “Pekan USB 2016″.

Acara yang berlangsung selama satu minggu ini, diisi dengan berbagai macam penampilan dan lomba yang diikuti semua tingkatan, baik TK hingga SMU sederajat, selain acara juga dikhususkan untuk umum.

“Kegiatan ini rutin kita gelar setiap tahun. Pekan usb 2016 adalah kegiatan kedua kali yang diselenggarakan oleh ukm seni budaya Universitas Pakuan, dengan melihat pada tahun lalu pekan usb ini berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Rahmat Hidayat selaku Ketua Pelaksana Pekan USB 2016, kepada Hallobogor.com, Minggu (27/03/16) di gedung Yamaha Musik Harmoni Plaza, Jl.Siliwangi, Kota Bogor.

Rahmat melanjutkan, tahun ini, kegiatan lomba lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Bermacam kegiatan seni budaya dan perlombaan kita kemas dalam satu acara. Kegiatan lomba ini pun berlangsung setiap hari mulai dari Senin hingga Kamis.

Untuk rangkaian acaranya, Senin kita langsungkan lomba festival musik akustik untuk tingkat SMA/SMK se Bogor raya dan juga umum. Selasa, lomba mewarnai untuk tingkat TK, RA, dan PAUD se- Kota Bogor, Rabu digelar lomba pasanggiri sajak sunda untuk tingkat SMA/SMK. Sedangkan Kamis diadakan acara seminar jurnalistik sekaligus penutupan acara lomba.

“Untuk pengumuman pemenang dan pembagian hadiah diberikan pada puncak acara yang dilangsungkan pada Minggu (27/03/16) di gedung Ya maha Musik Harmoni Plaza ini. Disini jug kita tampilkan para pemenang festival musik akustik untuk mengisi acara. Termasuk ada penampilan musik bambu tradisional, tarian daerah, musik band dan bazar produk kreatif ukm Kota Bogor,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua umum UMK seni dan budaya Universitas Pakuan, Zulkarnain mengatakan, sesuai dengan tema yang diusung yaitu “Cerita Dalam Rasa Seni dan Budaya” diharapkan dapat menjadi jembatan dalam menyebarkan virus seni budaya untuk para pelajar dan masyarakat umum. Ssehingga menurutnya, mereka bisa bercerita tentang seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar sana. Dengan demikian di masa depan seni dan budaya kita tetap di ingat. (ndy)