Hallobogor.com, Bogor – Usia bukanlah penghalang bagi seorang Asmui Moksum (72). Semangat kepada Pramuka patut mendapat apresiasi besar. Asmui yang merupakan warga Bengkulu ini tidak kalah dengan pemuda masa kini. Bisa dibayangkan, usianya yang sudah tidak lagi muda dan menginjak kepala tujuh ini, mampu menempuh perjalanan yang cukup jauh. Jika dihitung dengan hari, perjalanan tersebut bisa memakan waktu lima hari hingga sampai ketempat tujuan.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, ada sebuah cerita menarik di balik perjalanan seorang Asmui. Dimana seorang orang tua yang sudah paruh baya ini memiliki niat serta tekad yang bulat demi kecintaannya terhadap kegiatan kepramukaan yang selama ini ditekuni dengan tulus dan ikhlas. Bahkan, jarak dan waktu bukan lagi satu masalah bagi Asmui. Seperti jarak antara tempat lahir Asmui di Bengkulu menuju Kota Cibubur.

Ya, Bengkulu-Cibubur perjalanan yang cukup jauh itu ditempuh Asmui dengan menaiki sepeda motor kesayangannya yang sudah tua pula. Motor bermerk KTM jenis Bebek ini adalah saksi bisu perjalanan Asmui untuk sampai di Cibubur dari Bengkulu. Bahkan untuk kebutuhan selama melewati perjalanan tersebut, Asmui hanya berbekal uang Rp. 150 ribu. Uang tersebut Ia simpan didalam saku celanannya.



Kisah perjalanan Asmui dari Bengkulu menuju Cibubur ini, tujuannya hanya satu, yakni menghadiri rangkaian kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) di Bumi Perkemahan dan Wisata (Buperta) Cibubur.

Asmui Moksum yang juga berprofesi sebagai seorang guru honorer dan dipercaya untuk menjadi Pembina Pramuka dari Provinsi Bengkulu, Sumatera Barat ini, behasil ditemui di Plaza Balaikota Bogor, pada Selasa (16/08/2016).

Berikut adalah petikan Asmui yang menceritakan tentang perjalanannya dari Bengkulu hingga sampai ke Kota Bogor dan dilanjutkan ketempat tujuan di Kota Cibubur.

“Sebelum berangkat dari rumah di Bengkulu, saya jual karet dulu. Walau harga karet sekarang sedang turun, tapi lumayanlah cukup untuk bekal diperjalanan. Perjalanan ini yang saya tempuh untuk mengikuti Jambore Nasional di Cibubur,” ungkap Asmui.

Untuk sampai ketempat tujuan, kata Asmui, Ia hanya naik sepeda motor bebek bermerk KTM dan bawa uang cuma 150 ribu.

“Uang tersebut saya dapat dari hasil menjual karet,”kata Asmui.

Dari Bengkulu menuju Cibubur, memakan waktu yang cukup lama, yaitu lima hari perjalanan dengan menggunakan motor tua.

“Dari Bengkulu hingga sampai di Cibubur memakan waktu lima hari. Saya menghabiskan uang Rp.130 ribu untuk membeli bensin,” kata Asmui lagi

Untuk melepas lelah selama dalam perjalanan, Asmui mengaku banyak beristirahat dan tidur di kantor Polsek disetiap perjalanan yang Ia lewati.

“Saya beristirahat di polsek-polsek terdekat. Alhamdulillah, pas mau melanjutkan perjalanan menuju Cibubur ada saja yang baik memberikan uang,”imbuhnya.

Asmui mengaku Ini adalah pertama kalinya berkunjung ke Kota Bogor. Dan kota ini memiliki banyak tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah yang dalam.

“Disini saya berkesempatan mengunjungi Kebun Raya dan Balaikota Bogor,” kata Asmui.

Sesampainya di lokasi kegiatan Jamnas Cibubur, dirangkaian tersebut dirinya berserta para peserta lainnya berkesempatan mengelilingi beberapa lokasi wisata lainnya seperti TMII, Monas, Monumen Lubang Buaya, gedung DPR RI, gedung KPK, dan gedung Bank Indonesia.

Kendati usianya yang sudah sepuh, Asmui mengatakan, semangatnya selalu menularkan kepada para pramuka yang masih berusia muda, dengan harapan para pramuka muda, kelak bisa meneruskan cita-cita dan harapan bangsa Indonesia.

“Umur memang sudah sepuh, tapi semangat masih tetap terus ada selama masih diberi kesempatan untuk bernafas. Semangat pada pramuka akan terus berkobar hingga akhir hayat,” ucap Asmui.

Menurutnya, maju mundurnya bangsa ini ada di generasi penerus bangsa, yakni, di tangan para pemuda dan pemudi.

“Jadi semangat perjuangan persatuan dan kesatuan harus ditularkan terus kepada yang muda-muda,” tutup Asmui. (ndy/dan)